Bawa Teman LN Jalan di Purwakarta, Saya Risih Diginiin
Kemarin saya bawa teman dari USA (sebut jha Huck) jalan-jalan ke satu museum di Purwakarta. Waktu udah beres keliling, pengelolanya nyamperin sambil bawa-bawa HP (mau ngerekam gitu).
Kolom ini berisikan esai opini mengenai kejadian-kejadian terkini dan personal. Ditulis sesantai yang kami mampu, seserius yang kami bisa.
Harapannya, suatu hari nanti kita bisa melihat kembali bagaimana kita mencatat peristiwa-peristiwa yang telah lewat.
Kemarin saya bawa teman dari USA (sebut jha Huck) jalan-jalan ke satu museum di Purwakarta. Waktu udah beres keliling, pengelolanya nyamperin sambil bawa-bawa HP (mau ngerekam gitu).

Dari Gemerlap Hiburan ke Sunyi Sebatang Kara Pernah nggak sih teman-teman nongkrong di Orsel Cilamaya? Dulu, tempat itu jadi pusat hiburan bagi masyarakat Cilamaya maupun dari luar Cilamaya. Tempat paling asik buat anak muda. Tapi, belakangan, kayaknya suasana di sana udah mulai berubah deh. Memang benar apa yang dikatakan oleh Rubah, “Tidak ada yang abadi […]

Kemarin, teman saya di kantor keceletot lidahnya. Katanya badan saya terlampau kurus dan mengkhawatirkan. Saya lalu menangys di kamar mandi tapi setelah makan ESO ternyata saya haha-hehe lagi. Setelah dapat tenaga dari makanan enak, saya langsung bilang “Hei! Sini kamu duduk. Ayo kita baku hantam!” Gak deng. Air mata saya yang biasanya hanya jatuh karena […]

Hubungan yang merusak seringkali berkembang secara perlahan dari pola cinta yang mungkin awalnya tidak terlihat berbahaya. Namun, seiring waktu, pola-pola ini dapat memperkuat diri sendiri dan menyebabkan hubungan menjadi semakin merugikan dan tidak sehat.

Sebuah perlawanan formal atas rezim kesusastraan—atas bahasa yang dikooptasi oleh konflik dan kependudukan. ‘Kelembutan’ tipikal dari yang puitis dalam Memory kemudian menjelma kekerasannya sendiri; alusi yang ‘menyederhanakan’ kekerasan yang tidak terkatakan menjadi bunga-bunga berbau mesiu dan angkara.

Tapi kalau kamu enggak punya uang karena kamu pengangguran dan malas, ya udah, kamu gak pantas dianggap sebagai pegiat literasi. Jadi, mending sekarang kamu keluar aja dari sini!"

Saya kira kita semua sepakat kalau semua manusia ingin bahagia. Berangkat dari keinginan itu, orang-orang mendefinisikan bahagia menurut versi mereka. Menurut saya gimana? Sedikit terganggu oleh pertanyaan besar itu, saya akhirnya cari tahu definisi bahagia melalui buku bacaan, biar afdol jadi anak literasi: apa-apa buku bacaan. Saya membaca Filsafat Kebahagiaan-nya Fahruddin Faiz, dan yang saya […]

Bukan suatu pamali saya rasa, karena setiap orang pun pasti mati. Bisa jadi saya duluan, bisa jadi pembaca duluan. Tapi serius, saya rasa ini penting. Selain mempersiapkan dana pernikahan, saya rasa kita harus juga mempersiapkan dana kematian.

Luka psikis yang ditimbulkannya juga punya dampak yang mirip dengan kekerasan berbasis gender lainnya: merenggut rasa aman, dan bahkan memicu trauma berkepanjangan.

Kepada teman-teman menyenangkan di IAT Pascasarjana UIN Bandung & kawan-kawan mahasiswa IAT di STAI Al-Muhajirin.
