Penulis lepas, penjaga lapak Perpusjal Baca Kami, street & model photographer.

Negara dan Mesin Cuci

Buku Catatan di Warung Kopi Di warung kopi, utang ditulis di buku tipis lebih jujur daripada janji kampanye. Namaku berbaris rapi, seperti tokoh figuran dalam novel yang tak pernah tamat. Camus duduk di kursi plastik, menyruput pahit tanpa bertanya: untuk apa pagi jika sore selalu ditagih? Dostoyevski menghitung receh di saku celana sobek, menyadari: yang […]

Noe Letto Setelah Cahaya: Menyala Tenaga Ahli

Timeline berita itu muncul begitu saja: Pelantikan Sabrang Mowo Damar Panuluh Noe Letto menjadi Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional. Saya terdiam cukup lama. Ada rasa kaget, sedikit kecewa yang sulit dijelaskan, dan entah kenapa ada juga rasa yang hampir menyerupai syukur, meski saya sendiri ragu menyebutnya begitu. Saya mengenal Sabrang bukan dari layar kaca atau […]

Fenomena Wajib Beli Buku Dosen biar Lulus Matkul

Dosen kan bukan sales. Mahasiswa bukan customer. Kampus bukan marketplace. Ketika ketiganya diperlakukan sebaliknya, jangan heran kalau yang lahir bukan sarjana kritis, tapi lulusan patuh yang jago bertahan hidup di dunia yang isinya kerja-kerja-kerja.

Membaca Anarkisme di Indonesia

Akhir-akhir ini negara rasanya selalu cari gara-gara. Lihat aja kemarin, kelompok anarko ditangkap dengan barang bukti salah satunya buku. Kadang gue ngerasa aneh, kadang juga ya biasa aja emang gitu kan di Indonesia, buku bisa lebih ditakuti ketimbang koruptor. Ironisnya, di tengah rendahnya literasi, buku malah dicap sebagai barang bukti kejahatan. Jujur, gue khawatir masyarakat […]

Seribu Lilin di Tengah Gelap Kota Industri, Seribu Komentar di Lini Masa

Sabtu malam, 31 Agustus 2025, aku berdiri di Taman Sehati bersama puluhan orang berpakaian hitam. Di tangan kami ada lilin, di kepala kami ada payung hitam, di dada kami ada duka. Kami datang bukan untuk hura-hura, bukan untuk keributan, apalagi demi uang, kami datang karena kami ingin ambil bagian dari gejolak situasi yang terjadi akhir-akhir […]

Melawan dan Meledaklah lewat Tulisan

Mereka punya uang, punya anjing yang menenteng senjata, punya hukum yang bisa mereka bengkokkan setiap kali moodnya berubah. Tapi mereka gak gak bisa beli kesadaran: satu-satunya hal yang kita punya.

Kucinta Merah Putih, tapi Sekarang One Piece Dulu Saja, Ya!

Menjelang peringatan kemerdekaan Indonesia yang ke-80, jalanan dan timeline medsos kita diserbu bendera, tapi bukan bendera merah putih doang lho, ya. Ada satu bendera lain yang ikut-ikutan berkibar: bendera bajak laut dari anime One Piece, si Jolly Roger milik Luffy dan kru Topi Jerami. Dari belakang truk, depan rumah, sampai tiang bambu pinggir sawah, si […]

Perpustakaan Jalanan: Cara Funky melawan Negara yang Parno sama Buku

Halo, saya Fahrul. Terakhir nulis di media Nyimpang tervaforit se-Purwakarta itu pas akhir tahun 2024 buat misuh-misuh, julid, atau sekadar mencaci-maki setumpuk kekesalan karena belum proposal untuk sidang belum kunjung di-acc. Huft sedyh. Padahal aku tuh lumayan rajin, lho. Rajin mencintaimu dalam diam, rajin berbuat dosa walaupun besoknya berdoa, berdosa lagi, berdoa lagi begitu seterusnya. […]

More posts