Di Angkringan, Semua Orang adalah Filsuf
Mungkin karena itulah, di angkringan semua orang mendadak filsuf.
Kolom ini berisikan esai opini mengenai kejadian-kejadian terkini dan personal. Ditulis sesantai yang kami mampu, seserius yang kami bisa.
Harapannya, suatu hari nanti kita bisa melihat kembali bagaimana kita mencatat peristiwa-peristiwa yang telah lewat.
Mungkin karena itulah, di angkringan semua orang mendadak filsuf.

Jangan sampai program gizi ini melahirkan generasi muda yang sehat, di tengah petani-petani yang sakit. Aduh~

Jangan mau ditipu patriarki dalam bentuk-bentuk yang seperti itu!

Atau mungkin saya saja yang harus mulai main dan nongkrong sendiri? Ah:(

Masih mau nunggu timbunan kresek di dapur ikutan demo lingkungan?

Bandar Lampung itu unik. Bukan karena lautnya yang indah, bukan juga karena kulinernya yang menggoda (meskipun ya, itu juga), tapi karena satu hal yang sering luput dari perhatian: trotoarnya. Atau lebih tepatnya, ketiadaan trotoar yang benar-benar bisa disebut “trotoar”. Coba bayangkan ini: kamu keluar rumah dengan niat mulia. Jalan kaki. Iya, jalan kaki. Aktivitas yang […]

Itu kan, rumah tanggamu. Bukan urusan saya. Peduli apa saya sebenarnya?

Meskipun sekali lagi, Undang-Undang hanya Undang-Undang, tapi setidaknya perjuangan akan sedikit lebih mudah. Semoga!

Pada akhirnya, menghormati kemanusiaan adalah bagian dari upaya menghadirkan Islam sebagai rahmat bagi sesama.

Meski industri kopi sedang naik, apakah pekerja di balik secangkir kopi ikut terangkat?
