Puisi

Puisi-puisi dari Para Penyimpang, dikurasi oleh kami untuk mewakili apa yang menurut kami, NYIMPANG BANGET. Alias ori dan dekat dengan “Semangat Zaman” ini.

Di sinilah Para Penyimpang menjadikan puisi jadi tempat pelarian, perlawanan, atau sekadar main-main rasa. Baca, atau ikutlah mencatat bersama kami.

Selamat, Guru

Selamat, Guru Selamat, sudah menjadi guru Setiap hari berteriak hingga serak Di telinga yang tidak semua mengharapkanmu Mereka ingin kau tak ada Karena itu cukup membuat mereka bahagia Biarkan mereka bebas bercanda tanpa harus terpaku menatapmu memuntahkan kata Jam kosong adalah impian. Jam kosong adalah kemerdekaan   Biarkan mereka bermain gawai. Gim mereka belum usai […]

Setelah Perkelahian Itu

Setelah Perkelahian Itu aku teringat ketika kancing bajuku lepas ibu menghampiriku yang bugil dan gigil tangannya menyapu seluruhku menjadi handuk hangat mengeringkan luka di lekuk tubuh usia setengah matang   kenapa tidak mengalah saja? namamu dikoyaknya lagi, bu mengalah bukan berarti kau lemah aku harimau dari rahimmu, bu dan harimau akan patuh pada ibunya   […]

More posts