Andai Aku menjadi Orang Baik
Dengan semua harap yang kalap kepunyaanku.
Puisi-puisi dari Para Penyimpang, dikurasi oleh kami untuk mewakili apa yang menurut kami, NYIMPANG BANGET. Alias ori dan dekat dengan “Semangat Zaman” ini.
Di sinilah Para Penyimpang menjadikan puisi jadi tempat pelarian, perlawanan, atau sekadar main-main rasa. Baca, atau ikutlah mencatat bersama kami.
Dengan semua harap yang kalap kepunyaanku.

Nahasnya ia tetap menjadi orang yang sama seperti dulu

“Wahai langit yang maha, jangan hanya turunkan hujan sahaja. Tolong berikan juga takdir yang perkasa”

Aku tidak pernah menceritakan tangisku di telepon, Ibu.

Aku menatapmu dari tepi kematian Ketika kau menaruh bunga di nisan pikiranku

Tapi di hari berbeda kau sengaja lupa bahwa mereka pula yang meludahi bunga-bunga.

Pun seribu pelukan saja tidak lah sepadan nilai.


Di mana matahari memukul dua kali, Pertama di ubun, lalu di kening.

