SPK Kalideres: Mentalnya Lebih Berkelas dari yang Doyan Makan Uang Negara
SPK mungkin lahir dari ruang yang gelap, tapi mereka sedang menyalakan cahayanya sendiri. Mereka terus berjuang, tetap berdiri, dan terus berkarya.
Dalam upaya mendukung ekosistem kesenian dan kebudayaan lokal, kami ingin mendokumentasi semuanya.
Tidak cuma menghimpun profil kawan-kawan, kolektif usaha, dan komunitas pelaku seni dan literasi di Purwakarta, Subang, dan Karawang, kami juga bekerja sama dengan mereka semua.
Selamat berkenalan!
SPK mungkin lahir dari ruang yang gelap, tapi mereka sedang menyalakan cahayanya sendiri. Mereka terus berjuang, tetap berdiri, dan terus berkarya.

Di Washington D.C. ada yang jualan seblak gak, Kang?

Awal cerita kepilih, ya pengumuman aja. Senang kepilih. Berasa mimpi.

Hasrat untuk berkarya, atau berbuat sesuatu untuk diri sendiri dan masyarakat luas adalah suatu tindakan yang baik, dan hal semacam inilah yang dikerjakan oleh sekelompok anak muda di Cikampek yang mendirikan sebuah komunitas literasi bernama Halaman Belakang. Komunitas yang mereka bangun menjadi ruang kreativitas bagi warga Cikampek dan sekitarnya, serta menunjukkan bahwa sumber daya manusia […]

Bahkan mungkin, dari Pasaman hingga Purwakarta, dari Selasih hingga Rukiah, kerja literasi semacam inilah yang membuat sejarah tidak lagi cuma pembendaharaan tokoh-tokoh yang kita kenal di buku pelajaran.

Beberapa waktu belakang, Mas Agung baru saja menerbitkan buku pertamanya (novela) yang berjudul Baron Kédé dan Kisah yang Belum Usai di penerbit buku indie sejagat Purwakarta, Pustakaki Press. Untuk mengulik informasi tentang bagaimana proses menulisnya, Minpang mencoba untuk berbincang dengan Mas Agung R. Efendi

Jangan lupa vote ya!

Besok, Minggu, 18 Januari 2026, Kaliaget Organic Space akan mengadakan acara Musik Kebun Vol. 1 dengan tema klasikan. Harus diakui bahwa inisiatif Kaliaget Organic Space untuk membuat aktivitas bertani menjadi menarik amatlah cemerlang. Mereka tidak selesai hanya dengan bertani dan menjual hasil panennya saja, kini mereka mengadakan acara Musik Kebun tentu saja untuk menaikkan pamor pertanian […]

Dengan harapan bisa menyaring ilmu yang berharga dari Tanti, supaya Minpang atau pun pembaca yang lain, yang sedang berjuang menulis buku pertamanya, bisa kecipratan mengikuti jejak Tanti. Yuhu~

Yang bikin gongnya lagi kemudian ada pada keputusan Arifin untuk berhenti sejenak dari perjalanan dan jadi relawan di Aceh yang tengah kena banjir bandang. Kepedulian, rupanya, adalah bahan bakar lain yang membuat perjalanan hidupnya terus menyala.
