Wisuda, Lalu Apa?
Kau akhirnya berjalan pergi. Di belakangmu, suara tawa masih ada. Kamera masih berbunyi. Orang-orang masih berpose dan semuanya tetap berjalan seperti seharusnya.
Ya cerpen :(
Di sinilah Para penyimpang mengasah diri menulis cerita fiksi dengan berbagai genre. Yang penting ori dan NYIMPANG.
Kau akhirnya berjalan pergi. Di belakangmu, suara tawa masih ada. Kamera masih berbunyi. Orang-orang masih berpose dan semuanya tetap berjalan seperti seharusnya.





Andai saja aku bisa, maka buatlah kesepakatan dengan Tuhan dan aku akan menyuruh-Nya bertukar tempat.

Ayo sebutkan satu jajanan apa pun dari sini sampai situ, pastilah aku bakal selalu tahu! Kau tahu Kosambi? Hm, tidak-tidak! Bukan Kosambi Bandung. Ada begitu banyak Kosambi dan hei! Kalian dengar ini baik-baik, ya! Tidak semua hal itu harus soal kota besar! Ingat itu! Kalau tidak, akan kupotong kuping kalian! Ah, dengar. Kalian mungkin ada […]

Warga sekitar memanggilnya dengan nama Rusdi Betrik. Panggilan yang biasanya dialamatkan ke seseorang dibarengi isyarat menggoreskan telunjuk menyamping di depan dahi dari satu sisi ke sisi lainnya. Boleh dibilang, kabetrik merupakan istilah di daerah kami untuk menyebut seseorang yang tidak memenuhi kriteria waras, tapi belum sampai ke tahap untuk bisa disebut gila. Rusdi Betrik tumbuh […]

Oke mantap! Setidaknya ia tidak lupa rasa ganja Sumatra.

Barangkali bagi kebayakan orang, Situ Buleud dikenal tak lebih dari sekedar tempat pangguyangan badak. Menurut para sesepuh, riwayatnya jauh lebih kelam daripada cerita yang lazim didengar. Mereka berkata, pondasinya dibuat dari pengorbanan pribumi dan darah kompeni. Asal tahu saja, sebelum kisah ini ramai dituturkan, nama Raden Aditia Aria Gandawaluya (Dalem Pangestu), dikenang sebagai sosok yang […]
