Timun diiris, lalu ditambahkan sedikit garam dan air secukupnya. Setelah itu, simpan dalam wadah tertutup agar timun terfermentasi. Terkadang, aku juga membuat acar dari kubis, selada air, dan kentang. Tunggu sebentar. Kentang tidak bisa digunakan untuk membuat acar. Kandungan karbohidratnya terlalu tinggi sehingga kentang bisa membusuk. Lagi pula, tidak ada manusia di dunia ini yang […]
“Bu, kalau besok kita masih miskin, apa aku harus berhenti sekolah?” Pertanyaan itu jatuh lebih berat daripada telapak kaki Marni yang menginjak pedal tubuhku. Jarumku sempat berhenti di atas kain seragam putih milik seorang anak, seolah aku pun membutuhkan waktu untuk mencari jawaban. Dari tempatku di sudut kios, aku melihat Marni menunduk. Keringat membasahi pelipisnya […]
Seperti pagi-pagi sebelumnya, suara istri mengomel, anak yang minta diantar ke sekolah, ditambah bunyi mesin jahit rusak saling berebut perhatian. Rapi mulai memahami pola itu setelah tidak ada perpanjangan kontrak dari perusahaan asing yang sempat menjadi penopang hidup keluarganya. “Tinggal di daerah lumbung padi gak bikin kita kenyang nasi,” umpat Gita. Centong di tangannya sibuk […]
Sepulang dari melimbang beberapa bulan lalu, Putri Linjang jadi sedeng. Awalnya, Unak Bangko—sang ibu—tak menyadari perubahan itu. Barulah beberapa minggu kemudian, ketika Putri Linjang mulai menunjukkan tingkah aneh, ia menyadari ada yang tidak beres dengan anak gadisnya. Putri Linjang beberapa kali tiba-tiba membenturkan kepala ke dinding kayu rumah. Ia juga sering menangis tanpa sebab di […]
Di rumah kami, sore tidak pernah benar-benar sunyi. Ayam-ayam berjalan di halaman, sesekali berhenti untuk mengais tanah. Dari kandang, terdengar suara sapi ketika lalat hinggap di tubuhnya. Sementara itu, dari dapur terdengar bunyi tampah beradu dengan beras, pelan dan berulang. Suara-suara itulah yang sejak kecil membuatku mengenali rumah. Rumah kami sederhana. Sebuah rumah bangsal yang […]
Ketika satu oknum ajengan menodai kepercayaan, seisi pesantren ikut dipertaruhkan. Ulasan buku 'Ajengan Anjing' karya Ridwan Malik tentang wibawa yang runtuh.
Lima puisi surealis yang menyorot kekacauan zaman—dari layar yang tak kunjung padam sampai kekhusyukan yang jadi komoditas. Baca sebagai cermin, bukan pelarian.
Satu-dua tahun belakangan ini, kalau Anda rajin menyusuri sudut-sudut kota, khususnya di dekat kawasan kampus, stasiun, atau permukiman padat, pasti ada satu pemandangan baru yang mencolok. Kedai-kedai kecil berselimut warna merah putih dengan logo Nescafe raksasa mendadak menjamur di mana-mana. Mereka datang dengan konsep booth minimalis, mesin dispenser otomatis, serta daftar menu es kopi susu […]
Timun diiris, lalu ditambahkan sedikit garam dan air secukupnya. Setelah itu, simpan dalam wadah tertutup agar timun terfermentasi. Terkadang, aku juga membuat acar dari kubis, selada air, dan kentang. Tunggu sebentar. Kentang tidak bisa digunakan untuk membuat acar. Kandungan karbohidratnya terlalu tinggi sehingga kentang bisa membusuk. Lagi pula, tidak ada manusia di dunia ini yang […]
Api Semua mata tertuju pada api di pulau seberang, hanya segelintir yang benar-benar acuh, padahal merasa paling tahu dan melihat. Mataku pun menatap api itu— hingga dadaku mendidih, kepalaku meletup-letup! Jari-jemariku ingin merebus kata-kata, merajut kisah tentang tangan-tangan yang lelah, berjibaku menahan tsunami api yang kian melalap, baranya yang tak kunjung padam, asapnya yang […]
Masjid menjelang salat Jumat adalah ruang eksperimen sosial gratis paling unik. Alih-alih hanya melihat salat sebagai ritual ibadah, saya justru penasaran dengan perilaku jemaahnya. Menurut saya, orang yang berjemaah dapat dijadikan subjek riset kecil-kecilan. Bukan sekadar interaksi manusia dengan Tuhan yang saya saksikan; di luar pandangan itu, ada interaksi unik dengan tempat ibadah dan sesamanya. […]
Menyodorkan Leher pada Waktu Kau menyimpan jam mati di dalam saku. Engkau tahu besi itu makin dingin, tetapi kau terus memutar ulirnya. Di atas meja kayu yang retak, engkau menuang air ke gelas bocor. Kau biarkan detik menetes ke lantai, lalu kau seka dengan telapak tanganmu. Engkau menancapkan paku berkarat di dinding. Kau […]
“Bu, kalau besok kita masih miskin, apa aku harus berhenti sekolah?” Pertanyaan itu jatuh lebih berat daripada telapak kaki Marni yang menginjak pedal tubuhku. Jarumku sempat berhenti di atas kain seragam putih milik seorang anak, seolah aku pun membutuhkan waktu untuk mencari jawaban. Dari tempatku di sudut kios, aku melihat Marni menunduk. Keringat membasahi pelipisnya […]
Seperti pagi-pagi sebelumnya, suara istri mengomel, anak yang minta diantar ke sekolah, ditambah bunyi mesin jahit rusak saling berebut perhatian. Rapi mulai memahami pola itu setelah tidak ada perpanjangan kontrak dari perusahaan asing yang sempat menjadi penopang hidup keluarganya. “Tinggal di daerah lumbung padi gak bikin kita kenyang nasi,” umpat Gita. Centong di tangannya sibuk […]
Perayaan Kekasih, lihatlah— hari-hari kita disesaki rencana demi rencana, waktu menjelma makhluk bergigi yang menelanku bulat-bulat, membuat jarak antara aku, kau, dan segala yang kita sebut “kita.” Kesibukan, adalah alasan sebab esok harus kita genggam, masa depan ini harus kita taklukkan, agar tak jadi budak keadaan, agar cinta ini tak cuma impian. Tapi […]