Cerpen

Selasa yang Dijahit Ulang

“Bu, kalau besok kita masih miskin, apa aku harus berhenti sekolah?” Pertanyaan itu jatuh lebih berat daripada telapak kaki Marni yang menginjak pedal tubuhku. Jarumku sempat berhenti di atas kain seragam putih milik seorang anak, seolah aku pun membutuhkan waktu untuk mencari jawaban. Dari tempatku di sudut kios, aku melihat Marni menunduk. Keringat membasahi pelipisnya […]

Beras Habis, Pak!

Seperti pagi-pagi sebelumnya, suara istri mengomel, anak yang minta diantar ke sekolah, ditambah bunyi mesin jahit rusak saling berebut perhatian. Rapi mulai memahami pola itu setelah tidak ada perpanjangan kontrak dari perusahaan asing yang sempat menjadi penopang hidup keluarganya. “Tinggal di daerah lumbung padi gak bikin kita kenyang nasi,” umpat Gita. Centong di tangannya sibuk […]

Perempuan yang Mencari Rupa Angin

Sepulang dari melimbang beberapa bulan lalu, Putri Linjang jadi sedeng. Awalnya, Unak Bangko—sang ibu—tak menyadari perubahan itu. Barulah beberapa minggu kemudian, ketika Putri Linjang mulai menunjukkan tingkah aneh, ia menyadari ada yang tidak beres dengan anak gadisnya. Putri Linjang beberapa kali tiba-tiba membenturkan kepala ke dinding kayu rumah. Ia juga sering menangis tanpa sebab di […]

Tak Ekapajuh Lakeh

Di rumah kami, sore tidak pernah benar-benar sunyi. Ayam-ayam berjalan di halaman, sesekali berhenti untuk mengais tanah. Dari kandang, terdengar suara sapi ketika lalat hinggap di tubuhnya. Sementara itu, dari dapur terdengar bunyi tampah beradu dengan beras, pelan dan berulang. Suara-suara itulah yang sejak kecil membuatku mengenali rumah. Rumah kami sederhana. Sebuah rumah bangsal yang […]

Rumah Terakhir

“Aku cari kerja di mana lagi?” Pratama mengeluh sambil menatap langit terik, seolah malas mendengar keluhannya. Matahari terpaku diam di pertengahan cakrawala. Asap dan bising kendaraan yang tak kunjung usai sepanjang hari membuat hawa siang ini terasa sangat menyengat. Ia beranjak dari toko kedua puluh yang ia masuki sejak beberapa hari lalu. Namun, semua enggan […]

Karya Terbaru

Bentangan Sajadah dan Isme-Isme yang Diam-Diam Kita Pelihara

Masjid menjelang salat Jumat adalah ruang eksperimen sosial gratis paling unik. Alih-alih hanya melihat salat sebagai ritual ibadah, saya justru penasaran dengan perilaku jemaahnya. Menurut saya, orang yang berjemaah dapat dijadikan subjek riset kecil-kecilan. Bukan sekadar interaksi manusia dengan Tuhan yang saya saksikan; di luar pandangan itu, ada interaksi unik dengan tempat ibadah dan sesamanya. […]

Menyodorkan Leher pada Waktu

Menyodorkan Leher pada Waktu Kau menyimpan jam mati di dalam saku. Engkau tahu besi itu makin dingin, tetapi kau terus memutar ulirnya.   Di atas meja kayu yang retak, engkau menuang air ke gelas bocor. Kau biarkan detik menetes ke lantai, lalu kau seka dengan telapak tanganmu.   Engkau menancapkan paku berkarat di dinding. Kau […]

Selasa yang Dijahit Ulang

“Bu, kalau besok kita masih miskin, apa aku harus berhenti sekolah?” Pertanyaan itu jatuh lebih berat daripada telapak kaki Marni yang menginjak pedal tubuhku. Jarumku sempat berhenti di atas kain seragam putih milik seorang anak, seolah aku pun membutuhkan waktu untuk mencari jawaban. Dari tempatku di sudut kios, aku melihat Marni menunduk. Keringat membasahi pelipisnya […]

Beras Habis, Pak!

Seperti pagi-pagi sebelumnya, suara istri mengomel, anak yang minta diantar ke sekolah, ditambah bunyi mesin jahit rusak saling berebut perhatian. Rapi mulai memahami pola itu setelah tidak ada perpanjangan kontrak dari perusahaan asing yang sempat menjadi penopang hidup keluarganya. “Tinggal di daerah lumbung padi gak bikin kita kenyang nasi,” umpat Gita. Centong di tangannya sibuk […]

Perayaan

Perayaan Kekasih, lihatlah— hari-hari kita disesaki rencana demi rencana, waktu menjelma makhluk bergigi yang menelanku bulat-bulat, membuat jarak antara aku, kau, dan segala yang kita sebut “kita.”   Kesibukan, adalah alasan sebab esok harus kita genggam, masa depan ini harus kita taklukkan, agar tak jadi budak keadaan, agar cinta ini tak cuma impian.   Tapi […]

Hp Itu Nanti!

Tahun 2011, sudah zaman Alfalink dan telepon seluler waktu itu, tetapi yang beken di kalangan anak negeri seumuran saya waktu itu barulah merek-merek Cina. Di sekolah pun sudah mulai ada dua-tiga teman mengulik Alfalink (kamus digital) dan telepon seluler, meski seputar mengambil gambar dan playlist di situs unduh gratis. Tetapi, fase awal mengenal barang genggaman […]

Menelusuri Lapisan Langit Demi Langit di dalam Tubuh Puisi

Membaca karya Ihwan Nugraha seperti menelusuri lapisan langit dari yang paling rendah (troposfer) yaitu kesadaran diri. Dimulai dari puisi yang pertama berjudul Horizon Seseorang dengan kutipannya : “Angin melempar debu ke wajahku. Mengaburkan peta yang kutuju” (Ihwan Nugraha, 2026: hal 3). Ini mendeskripsikan sebuah perjuangan yang tidak mudah dalam melalui kehidupan. Debu mewakili simbol tantangan, sesuatu […]

Dewasa Memaksa Kita Bergaul dengan Siapa Saja

Salah satu kebohongan terbesar yang kita telan bulat-bulat ketika masih kecil adalah kalimat: “Kalau sudah gede, kamu bebas menentukan jalan hidupmu sendiri.” Padahal, ketika dewasa, kita sama malah kehilangan banyak kebebasan. Iya, kenyataannya, semakin dewasa, pilihan kita justru semakin menyusut hingga ke titik nadir. Terutama dalam urusan memilih lingkaran pertemanan. Dulu, waktu zaman sekolah atau […]

Kursi Kekuasaan

Kursi Kekuasaan Di atas kursi berlapis janji mereka tersenyum seperti pagi, sementara di bawah baliho tinggi perut-perut tetap sunyi. Entah ribuan janji mana lagi yang katanya akan ditepati. Kami sekonyong-konyong menengadah, mencari ujung dari segala resah. Adakah akhirnya? Ah, tentu tidak ada.   Setelah kursi berhasil digenggam, kami hanya bayangan yang dipendam; dipojokkan oleh gemerlap […]

Eksploitasi Berkedok Passion: Ketidakrasionalan Rekrutmen Content Writer Freelance yang Dibayar per View

Sore itu, layar monitor saya menampilkan salah satu pengumuman rekrutmen content writer freelance di sebuah platform lowongan kerja. Sebagai orang yang cukup sering melamar pekerjaan freelance di bidang kepenulisan, apa saja saya kerjakan selagi itu urusan mengolah kata.  Saya coba apply. Tidak berselang lama saya dinyatakan diterima tanpa tes apa-apa. Tentu saya senang. Namun, setelah […]

More posts