Yang Ditanyakan Malaikat Maut
Saat itu aku menjawab, “Aku akan menyelesaikan laporan pekerjaan atasanku.”
Bagaimana membaca “semangat zaman” kiwari?
Tentu saja melalui isi kepala dan keresahan dibentuk menjadi karya-karya seni. Di sinilah Para Penyimpang mendokumentasikan semangat zaman mereka.
Entah itu tulisan, visual, audio, atau bentuk-bentuk lain yang belum punya nama. Di sini kami berkarya tanpa banyak aturan—asal jujur, berdaya, dan bikin mikir (atau minimal bikin senyum sendiri).
Saat itu aku menjawab, “Aku akan menyelesaikan laporan pekerjaan atasanku.”
Ia terputar berulang-ulang di kepala Warta: “Aku tidak akan beri tahu siapa-siapa.”
“Kau punya kondom, bukan? Gunakan saja kepada mereka! Sembuhkan!” tegas Ibu, sebelum langkah kakinya menjadi sunyi.
Kepalaku dipenuhi pertanyaan-pertanyaan yang tidak memiliki jawaban dan air mataku seperti tidak tahu berhenti.
Bercermin negeri yang kelewat becek, mengering mabuk pujian
Bapak Yoseph dan Mama Maria melambung jauh ke rahim Papua
“Angin tampakkan rupamu, angin, aku ingin bertemu. Angin, aku mencintaimu,” Putri Linjang tersenyum-senyum sendiri di atas batu besar itu.