Kita adalah Rencana-Rencana yang Kau Buat Sirna
Sebuah penggambaran tentang kehilangan, kerinduan, dan pengorbanan dalam cinta serta kehidupan.
Sebuah penggambaran tentang kehilangan, kerinduan, dan pengorbanan dalam cinta serta kehidupan.
Abdul Malik Sopyan menggambarkan derita komunikasi modern yang melelahkan, ketimpangan buruh perempuan dalam pusaran kapitalisme, dan kegelisahan guru honorer yang terjebak dalam kemiskinan serta ruang kelas yang kehilangan semangat.
Kesunyian dalam perjalanan pulang, keterasingan dalam rutinitas, dan kegelisahan yang merampas istirahat.
Puisi-puisi Lalik Kongkar menyoroti keindahan yang berlalu, kritik sosial, dan kepedihan akan kehilangan serta kerinduan yang mendalam.
Puisi-puisi Rifqi dalam "Di Sudut Sinjai" mengalirkan refleksi mendalam tentang cinta, kehidupan, teknologi, dan keheningan jiwa, menampilkan sensitivitas yang penuh makna.
"Pilihan yang Tak Sejalan" menggambarkan perjalanan menerima luka, kehilangan, dan harapan melalui keheningan, perpisahan, serta doa yang menggema kepada Tuhan.
Kumpulan puisi ini menyuarakan ironi kekuasaan, pergulatan kerja di malam sunyi, dan kegelisahan jiwa yang terus mencari arah di tengah absurditas kehidupan.
Kang Rudy, sosok di balik Sanggar Sastra Purwakarta, membagikan perjalanan panjangnya dalam dunia sastra, dari masa kecil yang dipenuhi buku hingga mendirikan ruang kreatif bagi pegiat sastra lokal. Dalam wawancara ini, ia berbicara tentang inspirasi, tantangan, hingga cita-citanya menjaga sastra tetap hidup di Purwakarta.
Di Balik Tubuh yang Berat Di bawah beban tubuh yang tak ringan Ada jiwa yang merintih, pelan tapi pasti Langkahnya berat, napasnya terengah Namun semangatnya tak pernah menyerah Mata-mata menilai, mulut-mulut mencemooh Setiap pandangan menjadi duri, setiap kata menjadi pisau Namun di dalam dadanya, ada tekad yang berapi Melawan dunia yang tak henti-henti menghakimi Di […]
Tahun Akhir Bagaimana cara mencatat lengkapKilometer-kilometer paling panjangDalam hidup kita? Bagaimana cara lain menulisAku 32 tahun, tidak menyesali apa punSambil menahan kram di pantat dan perut? Tak apa memimpikan duniaYang tak pernah ada 100 Tahun setelah hari iniNamamu telah dipakaiOrang berbedaBerkali-kali Tubuhmu paham arti tidur,Tapi tak pernah pahamArti “tidak memikirkan apa-apa” Berapa teguk lagiYang kau […]