Hal-Hal yang Pernah Kita Ingat di Suatu Pagi
Halo, ada seorang mengetuk rumput ilalang ini Dengan meja makan lengkap sepotong kue bulan. Tak lagi hanyut di laut mana. Mengembara dan memburu siapa.
Halo, ada seorang mengetuk rumput ilalang ini Dengan meja makan lengkap sepotong kue bulan. Tak lagi hanyut di laut mana. Mengembara dan memburu siapa.
Menanti Pengakuan Lekang kalbu menunggu kepastian Terguyur waktu terpanggang pengorbanan Gontai jiwa memanggul penantian Berharap setangkai pengakuan Jauh sudah langkahku Hingga hilang jejak rasaku Tergerus lincahnya sang waktu Yang terus iringi harapanku Bersandar jiwa dibatang risau Sesekali dihempas rasa ragu Menggoyahkan keinginan yang kukuh Melebur mimpi untuk menggapai hal yang indah […]
Teras Warung Indomie Bagaimana aku bisa menjelaskanAubade daun yang tidak kau sapu di halaman tiap pagi. Dengan cara apa aku meneruskanSetiap sunyi dan lari kecilnyaSetelah sekian banyak waktuBerusaha memahami detaknya sendiri.Di kamar ini dinding merekatkan sayap icarusMemetakan jejak patah dalam bantal sayupMemandikan bola lampu, mengusapnyaDengan banyak kegelapan menawarkan jalan cepat, menuju malam-malam tahun 1900 sekian.Pagi […]
Membuatnya seolah mengenal bahasa bintang dan bahasa pasir. Paling terik hanya sejengkal ini hanya monolog bintang mati.
Puisi ini seakan-akan mengerti apa yang jadi keresahanku, tentang betapa menakutkannya akhir bulan.
Kutang penyair ibukota melulu menghujani alam dengan interupsi yang singkat
Adalah Nama yang Diberikan Ibu pada Anaknya Indonesia adalah nama yang diberikan Ibu kepada anaknyayang kini telah menjadi dewasasetelah menikmati masa kecil bersama raja-raja yang luhursetelah melewati masa remaja bersama para penjajah yang rendahanIa menggeliat, kuatmenjadi dirinya sendiri Indonesia telah tumbuh dewasaIa pengasih kepada semuapenyayang tanpa dendampenyabar terhadap orang-orang jahiltetap bersyukur di antara orang-orang tamak […]
Malam Merindu Rindu hadirmu kujumpai dalam bayangan Yang selalu kau hembuskan pada semilirnya angin malam Kidung nyanyian jiwa pun hanyut Bersama perasaan yang semakin meramu kekuatan rindu Bisik mesra kau labuhkan pada kekuatan sang malam Yang semakin sempurna aku dapatkan bersama mimpi-mimpi saat lena menjemput lelahku Di serambi sunyi aku merindu akan arti sebuah […]
Para Penyimpang, maukah kuceritai tentang sebuah puisi? Bukan puisi unyu tentang cinta, apalagi puisi yang melulu bicara mengenai senja. Bukan, bukan itu, melainkan tentang realitas dalam kehidupan berumah tangga. Inilah dia, Sangkan Paran Pelukan judulnya: Jeng, berapa lama kita tak jumpa? Satu, dua, tiga dasa, Atau telah beratus purnama? Andai esok kita jumpa […]
Rutinitas barangkali tak ada hal baru dalam hidup, seperti mengulang pekerjaan yang sama; membuka mata saat matahari terbit dan pulang ketika mulai terbenam Sepi kusembunyikan jadwal-jadwal dalam kalimat ingin pergi keluar sebab angka-angka dalam kalender adalah tatapan sinis kebudayaan atas peringatan tigapuluh september hingga tak tersisa merah selain darah sementara kukendarai sepeda motor, […]