Paranoia WNI dalam Bayang-Bayang Distopia 1984
Sampai-sampai saya berpikir, jangan-jangan Orwell ternyata time traveler yang kebetulan pernah ke Indonesia 2026 lagi.
Sampai-sampai saya berpikir, jangan-jangan Orwell ternyata time traveler yang kebetulan pernah ke Indonesia 2026 lagi.
Argh! Kenapa harus ada kalimat itu?! Kesannya jadi seperti menghindari kalau suatu saat di-takedown karena membawa nama “Kitabuming”
Mungkin itu sebabnya tidak semua cinta bisa berhasil. Bukan karena cintanya tidak besar, ya karena dua orang itu datang dari “tempat” yang berbeda saja~ Arini Joesoef, 2026. Cihuy!
Saya menyesal buku Apa yang Kau Lupakan Hari Ini? menjadi buku pertama yang saya baca di tahun 2026.
Orang jenius kelas atas akan menjadi Audrey, jenius dari kelas bawah, mungkin akan berakhir menjadi tidak berdaya, mengurung kemampuannya untuk menjadi buruh pabrik. dan yang terparah: membunuh dirinya sendiri.
Dalam semesta buku ini, Jieun memiliki kekuatan bisa mengatur hidupnya hanya dengan membayangkannya saja sambil memejam mata. Woah. Saya tidak terbayang jika saya memiliki kekuatan itu. Tentu lah saya tidak usah payah bekerja, cukup bayangkan saja rumah saya besar dan punya banyak makanan yang tak pernah habis, maka tring! Saya akan menjadi mbak-mbak aktivis yang 100% mampu melawan keserakahan kapitalis enih!
Kenapa kalian berpikir kalian sudah layak jadi orang tua?
Sekali lagi, orang bodoh mana yang menghanguskan tiket liburan ke LN hanya buat ciuman sama laki-laki di bawah hujan?! Argh!
Ia tak punyai kemampuan survival yang cukup untuk bertahan tanpa pertolongan orang lain: hasil panen jagungnya buruk, gagal menembak kelinci dan malah melukai diri sendiri, menjual cawat perak istrinya diam-diam, dan tak bisa mengurusi keluarganya.
Mimik dan raut wajahnya Sheldon di sini sangat tepat, sesuai naskah, gak kurang gak lebih, dan astaga! Caranya berbicara kata-kata formal seperti brasserie, genuinely, criticism, initiating, detest, principles, dan assummed di percakapan sehari-hari tuh bikin saya salut. Bayangkan kamu lagi nonton film tapi kamu berasa TOEFL, dan percakapan TOEFLnya diucapin sama anak kecil pula.