Menyodorkan Leher pada Waktu

Menyodorkan Leher pada Waktu

Kau menyimpan jam mati di dalam saku.

Engkau tahu besi itu makin dingin,

tetapi kau terus memutar ulirnya.

 

Di atas meja kayu yang retak,

engkau menuang air ke gelas bocor.

Kau biarkan detik menetes ke lantai,

lalu kau seka dengan telapak tanganmu.

 

Engkau menancapkan paku berkarat di dinding.

Kau gantung bayang-bayangmu di sana.

Jarum panjang itu tidak pernah menyentuhmu;

engkaulah yang menyodorkan lehermu pada waktu.

 

 

Langkah-langkah yang Lupa Pulang

Subuh membalut,

engkau masih menyusun

jejak yang tertinggal di celah pintu.

Sebaris desah,

menahan gigil di lekuk jendela.

 

Bayang-bayang merayap

di sela dinding tua,

duduklah kian tenang.

Sosoknya menyimpan

sisa panggil pada sudut cermin,

menanti langkah-langkah

yang lupa jalan pulang.

 

Doaku Masih Tebal

Jam dinding melirik tajam ke arah sudut kamar,

Suaranya berdetak, menghakimi waktu yang kian pudar.

Di atas meja, kalender terus melambaikan tangan,

menagih janji musim yang belum juga membawa pinangan.

Di sudut sajadah, doa-doa terbang tinggi,

membawa rindu yang belum tahu harus bertengger di mana lagi.

 

Bukan berarti menyerah pada gelap,

hanya menyuruh gelisah tertidur lelap.

Menelusuri sunyi, di antara doa yang terucap,

tak perlu dikejar hingga napasmu megap,

ia tahu jalan pulang, ke pelukan yang siap.

 

Sedang takkdir bersembunyi manis di balik kabut tebal.

Sembari tertawa pelan melihat doaku yang makin tebal.

 

 

Sujud Tanpa Kepala

Terseraplah keheningan tirai malam

kala pekat waktu

menyiram kepura-puraan di kening sang pemohon

burung-burung malam meringkik ganjil

meremukkan hening yang hampa dan tengik

mengejek hancurnya kejujuran lama

 

Berkeliaran ilusi di celah bangkai cela

menciptakan redup sinar amal

mencari pecahan sukma yang berantakan.

Maksud berduka mesra.

 

Merekap tuntas hitungan di atas tanah

Bengkak licik terbit di sudut pandang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You might also like
Yuk Berkawan

Bareng-bareng kita berkarya dan saling berbagi info nongkrong di grup whatsap kami.

Promo Gack dulu, dech Ayooo Berangkat!