Semua mata tertuju pada api di pulau seberang,
hanya segelintir yang benar-benar acuh,
padahal merasa paling tahu dan melihat.
Mataku pun menatap api itu—
hingga dadaku mendidih,
kepalaku meletup-letup!
Jari-jemariku ingin merebus kata-kata,
merajut kisah tentang tangan-tangan yang lelah,
berjibaku menahan tsunami api yang kian melalap,
baranya yang tak kunjung padam,
asapnya yang menghanguskan paru-paru,
seraya mengharap langit meneteskan air mata.
Pasukan berseragam merah jingga itu bergerak bagai lidah api,
menjinakkan murka raja api yang merana—
raja yang muak pada tangan-tangan kotor,
penyeru iblis api dari kerak neraka paling dasar!
Bahkan hujan pun enggan melintas.
Semua manusia harus sadar,
segeralah kembali ke pangkuan alam!
Ini bukan sekadar bencana api biasa,
ini buah dari keserakahan sendiri.
Penulis hanya bisa menulis,
api hanya bisa membakar dan mengapi.
Api bercerita,
penulis mencatatnya:
tentang keabadian yang selalu diimpikan api.
Namun, pada akhirnya ia padam juga.
Bukan karena guyuran air,
melainkan udara yang mendadak lesap—
merayakan kedatangan Sang Rahmat Alam.
Kuasa api memusnahkan segalanya,
kecuali air—musuh bebuyutannya.
Namun, kini hutan gundul di mana-mana,
mata air mengering,
sungai menyusut,
danau menggalau,
dan laut kian menjauh.
Awan-awan hitam berarak pergi,
air punah,
api merajalela!
Menelan jejak, mengunyah kisah.
Bumi adalah tungku raksasa,
lautan adalah air yang mendidih,
langit adalah penutup yang membara.
Manusia adalah daging yang siap direbus,
hutan-hutan adalah sayur-mayurnya,
dan satwa adalah pelengkap hidangannya.
Keserakahan menjadi bumbu penyedap,
sementara kebajikan telah lama terbang,
kembali ke tangan Sang Pemasak.
Madiun, Oktober 2026
Lahir dan berdomisili di Madiun, Jawa Timur. Aktif menulis cerpen, esai, dan lainnya yang beberapa telah dimuat di berbagai media serta antologi. Kumpulan cerpen yang sudah terbit berjudul Bahagia Itu Kecil Saja. Instagram @a.s._ishak dan X @kangmassugik.
Bareng-bareng kita berkarya dan saling berbagi info nongkrong di grup whatsap kami.
Gack dulu, dech
Ayooo Berangkat!