Menelusuri Lapisan Langit Demi Langit di dalam Tubuh Puisi

Membaca karya Ihwan Nugraha seperti menelusuri lapisan langit dari yang paling rendah (troposfer) yaitu kesadaran diri. Dimulai dari puisi yang pertama berjudul Horizon Seseorang dengan kutipannya :

“Angin melempar debu ke wajahku. Mengaburkan peta yang kutuju” (Ihwan Nugraha, 2026: hal 3).

Ini mendeskripsikan sebuah perjuangan yang tidak mudah dalam melalui kehidupan. Debu mewakili simbol tantangan, sesuatu yang menjengkelkan saat masuk ke mata. Sementara mengaburkan peta adalah melalaikan keinginan besar yang kita miliki.

Namun tantangan itu diakhiri dengan kutipan :

“Beri aku segumpal tanah liat, akan kubentuk kaki dan tubuh baru. Meski retak setiap saat” (Ihwan Nugraha, 2026: hal 3).

Ini menegaskan bahwa setiap tantangan harus dilewati dengan perjuangan. Tidak boleh ada kata menyerah saat menemui jalan buntu, kita sendiri yang semestinya mencari solusi baru. Seperti simbol tanah liat yang menjadi kaki—menjadi tubuh baru. Meski dari perjuangan itu ada rasa lelah.

Selanjutnya membaca puisi berjudul “Dandelion” Seolah menggambarkan diri yang tidak dianggap, disepelekan. Seperti dalam kutipan :

“Suatu hari sepatu seseorang menekanku ke tanah” (Ihwan Nugraha, 2026: hal 4).

Namun, puisi ini mengajarkan bahwa kita masih memiliki diri sendiri, untuk terus mekar seperti bunga dandelion. Untuk terus terbang menggapai mimpi kita, tanpa mempedulikan perkataan orang lain yang menyakiti hati.

Memasuki lapisan kedua stratosfer, sebuah puisi dengan judul “Kembang Api” sangat mempesona dalam menunjukkan daya tarik sebuah kembang api sebelum gelap. Dalam setiap perjalanan pasti kita menemukan kebahagiaan seperti kembang api yang meletup-letup, tetapi akhirnya ada kegelapan saat nyalanya padam.

Lapisan setelahnya adalah Mesosfer atau perubahan. Dalam puisi berjudul “Jika Hujan Masih Tiba Sore Ini” Dengan kutipannya :

“Jika hujan masih tiba sore ini. Aku akan tetap datang membawa payung” (Ihwan Nugraha, 2026: hal 32).

Ini menunjukkan lapisan diri yang semakin bertambah dewasa. Meski keadaan memaksa kita untuk menyerah, selagi ada keinginan untuk terus maju. Maka kita akan menerjangnya untuk mencapai impian. Seperti dalam puisi ini menerjang hujan sampai basah kuyup.

Lapisan keempat adalah lapisan termosfer yang termasuk lapisan terpanas dari bumi. Lapisan ini menunjukkan penerimaan diri. Di mana puisi pertama dengan judul “Bencana Mutakhir” Dengan kutipannya :

“Menarik jauh diriku sampai jatuh terdalam” (Ihwan Nugraha, 2026: hal 45).

Ini menandakan bahwa setiap manusia pasti mengalami kegagalan dalam setiap perjuangan yang dilakukan. Oleh karena itu, tidak ada yang salah dengan menangis karena kita masih manusia. Kita hanya perlu menerimanya dengan lapang dada.

Terakhir adalah lapisan eksosfer yang merupakan lapisan terluar dari bumi. Dengan judul puisi “Jejak Capella di Salju Pertama” Dengan kutipan :

“Sementara impian tentang salju pertama, mengajarkanku menjadi dewasa” (Ihwan Nugraha, 2026: hal 69).

Ini menjelaskan bahwa dewasa adalah fase yang sangat penting dalam kehidupan seseorang. Fase ini menjadi penentu dari sukses atau tidaknya ia dalam mencapai impian. Dewasa menjadi muara dari seorang lugu yang melewati tantangan, disepelekan, menemukan kebahagiaan meski sementara, dan terus menerjang dengan keadaan yang memaksa untuk menyerah.

Buku antologi Horison Seseorang terbitan Taresia ini terdiri dari 61 buah puisi. Puisi-puisinya dikelompokkan dalam setiap lapisan yang berbeda. Lapisan yang seperti mewakili proses kehidupan manusia, dari mulai berjuang sampai menemukan impiannya saat dewasa. Puisi-puisi Ihwan Nugraha ini akan menemani kita dalam menelusuri arti kehidupan itu.

Bukunya yang sudah terbit diantanya Akar Kuning Nenek, Lima Sekawan, dan Sebelum Air Itu Berubah Wangi. Karyanya banyak dimuat di media online dan beberapa antologi bersama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You might also like
Yuk Berkawan

Bareng-bareng kita berkarya dan saling berbagi info nongkrong di grup whatsap kami.

Promo Gack dulu, dech Ayooo Berangkat!