Selasa yang Dijahit Ulang

“Bu, kalau besok kita masih miskin, apa aku harus berhenti sekolah?” Pertanyaan itu jatuh lebih berat daripada telapak kaki Marni yang menginjak pedal tubuhku. Jarumku sempat berhenti di atas kain seragam putih milik seorang anak, seolah aku pun membutuhkan waktu untuk mencari jawaban. Dari tempatku di sudut kios, aku melihat Marni menunduk. Keringat membasahi pelipisnya […]