Di Antara Dapur dan Impian (Bagian II)
Hari-hari setelah itu berjalan seperti biasa, tapi suasananya terasa baru.
Cerbung adalah kolom yang diisi dengan cerita yang nggak kelar dalam sekali duduk. Tiap cerita berlanjut sampai 3-10 postingan lain. Baca pelan-pelan, biar tiap episodenya nancep.
Hari-hari setelah itu berjalan seperti biasa, tapi suasananya terasa baru.

Nyawaku telah mati satu malam itu, tersisa satu menjelma Kirana.

Tangan Laras berhenti mengaduk sayur bening. Ia mematikan api, lalu tanpa sadar membuka laci bumbu paling bawah.

Mesin yang kehabisan token membangunkan tidurku. Suaranya galak sekali. Pandanganku langsung bertemu plafon yang menekan, bercorak alami membentuk pulau-pulau yang belum terjamah campuran antara hijau rumput dan bau lapuk.

Ia bingung, apa yang akan ia katakan kepada ibu-bapaknya? Padahal, ibu dan bapaknya sudah berharap si Tuyul Bahlul lulus dan sudah bisa melamar kerja di PT. Fufu Fafa Tbk, sebuah perusahaan BUMN yang bonafit dan bergengsi di negeri gaib.

Bagian sebelumnya baca di sini. “Badanmu kurus terus.” kataku meledeknya sambil menggodanya bercanda “Tunggu kiris?” katanya sendiri Dia hanya tertawa, dan dari ujung-ujung bibirnya, garis senyumnya menggandakan kulit yang sudah keriput itu, tapi oh tampannya masih ada. “Aku kan sudah bilang, kalau mau pergi bekerja kamu harus pakai masker, tahi kayunya masuk lewat hidungmu […]

“Aku mau telepon kamu, apa ada waktu?” pesan WhatsApp dari Edwin membuatku mengernyitkan kening. “Oke, silakan, anytime,” jawabku Tumben banget Edwin minta waktu untuk berbicara denganku. Setahuku cowok itu sibuk luar biasa. Ya, aku juga sibuk sih, apalagi ini November 2025, aku kebagian banyak projek pemerintah. Riwayat pertemananku dengan Edwin tergolong lama dan bisa awet […]

Aku kembali menggodanya dengan kalimat, “Yo ndak tau, kok tanya saya?”

Kehilangan orang yang disayangi adalah pukulan terberat.

Derasnya hujan kami terobos. Basah kuyup memang, tapi tak apa. Sebab kata hatiku, aku harus cepat pulang. Benar, tidak sampai 10 menit kami sampai di Gang Nikmat.
