Wednesday, February 21, 2024
Cart / Rp0
No products in the cart.

Alasan Harus Cut Off Teman yang Selalu Bilang “Murah, Kok. Cuman…” dan “Ya Elah, Segitu Doang.”

Manusia kayanya perlu betul-betul pandai menempatkan diri di sebuah circle yang paling bisa menghargai dan mengakui keberadaan mereka no matter what. Begini, ada orang yang lebih senang jalan sendiri, tapi ada orang yang lebih senang jika mereka jalan sama-sama. Ada orang yang senang bergaul dengan 1 orang aja, ada juga orang yang maunya heboooh terus di dalam geng harus ada 11 orang misalnya. It’s never gonna be a problem, sebenernya. Berapapun jumlah personil anggota geng kamu, dengan siapapun kamu main, atau kamu memilih untuk tidak main dengan siapa-siapa, it’s okay.

Gak pernah ada yang salah soal hal itu. Yang salah adalah ketika kamu berada di sekeliling orang-orang toxic dan:

  1. Kamu tidakmenyadari itu sampai kamu ikut-ikutan toxic
  2. Kamu menyadari hal itu tapi gak sanggup keluar dari lingkaran setan itu

Toxic emang gak melulu harus dengan perdebatan yang panas, argumentasi tiada akhir, kemunafikan yang jelas-jelas bikin kamu gak bahagia dan tertekan. Toxic itu semudah orang-orang belagu yang bilang “Murah, kok. Cuman 10ribu.” atau “Gak mahal, kok. Gocap dowaaang~” padahal di balik itu, 10 ribu adalah jumlah yang cukup kalian belikan bensin, dan gocap adalah jumlah yang cukup untuk makan selama 2-3 hari (kalau kalian anak kosan) Menarik, bukan?

Misalnya, kamu terjebak diantara teman-teman dajalmu dan menghabiskan malam minggu bersama mereka. Mereka tahu betul kondisi keuanganmu, dan tektek bengek urusan kehidupanmu dari yang receh sampai orientasi politik kamu. Tapi, mereka tiba-tiba ngajak pergi ke Shi Guo Yin Xiang misalnya, seporsi bisa sampai 500 ribu, sekali makan ya ada lah 3juta untuk 3-4 orang mah. Gak tau sih saya juga kalau gak ditraktir mah gak bakal tau. Ya gitu, lah. Intinya, satu diantara temanmu memberikan inisiatif untuk “Eh, ke tempat A, yuk.” Sedangkan yang lain serentak setuju, sedangkan kamu gak punya uang sebesar itu untuk 1 kali makan, dan ketika kamu bilang kamu tidak mampu untuk melakukannya, Lantas?

Jika itu benar teman sejatimu, yang mereka lakukan adalah;

  1. Tetap mengajakmu, dengan menraktirmu, atau
  2. Memberikan opsi ke tempat makan lain dengan menanyakan kemampuanmu

Jika mereka tidak melakukan kedua hal itu, saya gak tau, yah. Mungkin mereka memberikan opsi lain yang bikin kamu lebih nyaman, tapi yang jelas ketika mereka tidak memberikanmu opsi yang bikin kamu nyaman dan jatuhnya jadi komentar “Ah ayolah, sekali-kali. Murah kok, cuman….” “Ah masa segini dowaaaang gak ada uang sih? Ayo dong kapan lagi.” “Dih ya kali jajan segitu doang mikir.” Plis. Plis. Plis. Dengerin gue, it’s a red flag. Ketika dia tahu hidup dan seluk belukmu seperti apa tapi dia mematok, menyamaratakan mahal-murah dengan standarnya dia, plis. Dia temenan sama kamu karena gak ada orang lain yang mau berteman sama dia, guys.

Apapun alasannya, sesayang apapun kamu ngerasa dia sayang sama kamu, ketika kamu sudah dengar kata-kata “Murah, kok cuman…” atau “Segitu doang kok.” Plis. Jauhin. Syukur-syukur lo ingetin dan dia jadi berubah. Tapi, dari situ aja sudah bisa dipastikan seseorang itu tipikal orang yang suka merendahkan personal orang, melihat kemuliaan orang lain dari merk yang dikenakannya, memberikan penilaian di awal, sentiment, tidak ingin terkalahkan tetapi tidak membaca buku, dan manja. No offense. Kita semua punya teman yang seperti itu.

Sayang, aku gak mau menghabiskan waktu lebih banyak untuk membawa teman yang seperti “itu”. Mahal dan murah untuk setiap orang itu beda. 10 ribu yang biasa-biasa aja buat kamu, bisa jadi sangat berarti buat orang lain. Pahami itu. Kualitas pertemananmu gak diukur dari “lokasi kamu nongkrong” “lokasi kamu makan bersama” dan “pakai kendaraan apa kamu hangout.. Please, mulailah memahami itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Login dulu, lur~

Nyalakan Mimpimu!