Alloh akan Membelaimu

Alloh Akan Membelaimu

Alloh akan membelaimu, kekasih.

Mengendong ruh dan jasadmu yang sendiri. Berpeluh, merangkak di belantara dunia.

Mengapai-gapai cahaya, sembari bertanya “Kapan qiyamuhu binafsihi tiba?”. Kita berpelukan pada sisa angin dan merjan di atas rembulan.

Kekasih duhai kekasih.

Jiwamu memantulkan lagu, mendendangkan segenap rindu.

Suaranya merobek langit. Ketika petir dan guntur berkecampuk sengit.

Alloh akan membelaimu, kekasih.

Percaya. Sambil senantiasa. Menyelaraskan detak jatung dengan firmanNya.

2025

 

 

 

Ya Nur Muhammad

Thala al-badru alayna minsani yatil wada

Telah muncul rembulan di atasku. Sinarnya menyebarkan cinta, ke seluruh jagat raya.

Jiwaku serasa keluar dari jasadnya.

Betapa indah nyanyian subuh

Memancar jauh, menelusup jauh, menyebar jauh, menghembus jauh.

Sampaikan salam rinduku pada Muhammad. Katakan padanya “Betapa lama aku menunggu, setelah sekian lama merindu”

Kabut-kabut yang memeluk bukit. Menyisih perlahan.

Hanya sisa embun yang menguak dedaunan.

Cahaya dari ufuk merambat. Mengisyaratkan hadirmu ya Muhammadku.

Terimalah nyanyian yang dirangkai dari suara Qolbu.

Muhammad kekasihku. Terimalah cintaku. Yang mengalir lewat karpet tua, gambar burak, dan gaun malam di gua Hira.

Terima kasih Ya Sirajan Muniira. Setelah berabad-abad kupanggul kesunyiaan ini.

Mulutku tak henti melantunkan puja-puji

Kerinduan tak terperi. Kini menemui mu Ya Nabi.

2025

 

 

 

Seusai Dzikir

Kita membumbung ke angkasa

Menyulam bulu-bulu cahaya

Seusai meriap dari dalam tanah baqa

Kau berbisik ke arah utara, mungkin juga selatan

”Ada yang lepas berlepasan, mungkin itu rindu dendam” katamu

Langit tegak menjulang, bagai mistar suci

Udara mengarungi; dukaMu abadi

2025

 

 

 

Sajak Buat Muhammad

Rindu yang dahsyat membuatku termangu di taman

Ada bisikan dedaunan “Muhammad telah datang, kegelapan akan dikuakan, cahaya akan disebarkan”.

Kanjeng Nabi di ujung jalan, mendekat pelan. Ada semerbak yang turun dari langit,

Lalu kami saling berhadapan, aku terjulai dalam nafas yang telah sempurna. Kawin dengan bunga-bunga.

 

Bunga-bunga di taman gembira, aku dan nyawaku penuh gelora

Sunyi menyayat, darah deras mengalir dari mulutku

Di saat yang sama, ada nyanyian kabung bagi segenap rindu

Pada matamu Ya Muhammad. Yang terus memandangku

2025

 

 

 

 Sajak Buat Sumba

;Sumba yang Perkasa

Di sabana terbuka

Lepas cahaya matahari dari akarnya

Aku datang padamu, Sumba

Sebagai basah rumput dan ringkik kuda

Tanah yang berkilau di sisi kita,

”Kau tak harus menjadi Sumba, untuk dapat mencinta” ujarmu

Aku datang padamu, Sumba

Sebagai percakapan tanpa kata-kata

Genta yang bertalu-talu, juga kristal batu yang menilam nyawaku

Sumba, rasukilah rahasia peluhku

Sebagai cinta yang mempersunyi diri

Hinggi dan lau peluki aku lagi dan lagi, sebelum melangit abadi

2025

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You might also like
Yuk Berkawan

Bareng-bareng kita berkarya dan saling berbagi info nongkrong di grup whatsap kami.

Promo Gack dulu, dech Ayooo Berangkat!