Semai dan Tuai: Bahasa Ibu Mencintai Akar

Menanam bahasa ibu di masa kini terasa seperti menyemai benih di lahan yang terus-menerus tergerus. Ada kecermatan yang sering dianggap ketinggalan zaman, dan ada kehati-hatian yang kerap kalah oleh arus modernitas serbainstan. Namun, bukankah setiap benih butuh waktu untuk perlahan tumbuh menjadi akar hingga kelak dapat berbuah? Bahasa ibu laksana berkebun itu sendiri—tempat kemanusiaan kita […]