Puisi-Puisi Mengheningkan Cipta

Kado

 

Bapak Bangsa mengkadokan kemerdekaan.

Lalu kita? Apa yang kita wariskan?

Bencana dan alam yang luluh lantak,

Hidup hina di ambang retak.

 

Kita diadu domba tangan-tangan asing,

Diserang munafik dari balik punggung sendiri.

Apakah ini kado?

Siapa yang sudi menerima beban sekejam ini?

 

 

 

Merdeka

 

Sorak-sorai memenuhi udara:

“Kita sudah merdeka!”

Merdeka dari apa?

Bebas dari siapa?

 

Dari para bunglon yang pandai bertukar muka?

Di depan rakyat, mereka berikrar memelihara,

Di belakang, menggerogoti hingga tak bersisa.

Relevankah kata “merdeka” hari ini?

Jika daulat, adil, dan makmur sekadar ilusi,

Dan kita nyatanya masih terjajah, tetapi kenapa masih juga belum tersadar?

 

 

 

Persatuan

 

Teguh bila bersatu,

Runtuh bila bercerai.

Namun kini, persatuan diukur dari kain dan aksesoris adat,

Hanya berburu piala busana terbaik dari panitia.

 

Secara raga kita nampak padu,

Secara jiwa kita siap terbelah setiap waktu.

Hanya menunggu pemantik,

Untuk merobek lembar sakral kebangsaan.

 

 

 

Lagu Nasional

 

Betapa pedih dada sang penggubah lagu.

Karya mereka hanya menggema saat seremonial tiba.

Nyanyian yang membakar semangat,

Kini sekadar pemenuh syarat.

 

Upacara usai, pesta bubar.

Gempitanya padam, spiritnya karam.

Suara serak, lalu kembali ke buaian malam kelam.

Seolah tak pernah terjadi apa-apa.

 

Kini, banyolan lebih lantang daripada cita-cita,

Tawa geli menjadi tangga nada baru,

Menggantikan lagu perjuangan yang mulai membisu.

 

 

 

Mengheningkan Cipta

 

Di alam baka…

Para pahlawan menundukkan kepala.

Mereka mengheningkan cipta

Bukan untuk mengenang masa lalu,

Tapi meratapi nasib kita yang masih bernapas di bumi:

 

Yang telah mati nuraninya,

Yang telah tumpul akalnya,

Yang telah redam rasa pedulinya,

Dan telah padam cintanya pada Ibu Pertiwi.

 

Semoga Tuhan masih bermurah hati,

Menahan azab-Nya,

Demi segelintir jiwa yang masih murni, suci.

Lahir dan berdomisili di Madiun, Jawa Timur. Aktif menulis cerpen, esai, dan lainnya yang beberapa telah dimuat di berbagai media serta antologi. Kumpulan cerpen yang sudah terbit berjudul Bahagia Itu Kecil Saja. Instagram @a.s._ishak dan X @kangmassugik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You might also like
Yuk Berkawan

Bareng-bareng kita berkarya dan saling berbagi info nongkrong di grup whatsap kami.

Promo Gack dulu, dech Ayooo Berangkat!