Seorang anak memegang piring, meminta nasi, dan lauk
Menarik-narik rokku
Aku sendokkan mangkuk sayur ke sana dan ke sini.
Tiga orang balita masih belajar merangkak, tidur di tempat yang tak lebih layak dari pada aku.
Nyamuk-nyamuk melayang enggan di atas kepalanya
Seorang anak laki-laki tak punya tinggi yang cukup,
Maka ia pintakan bantuan padaku
Aku menawarinya “Mau ini?”
Ia menggeleng
“Yang ini?”
Ia menggeleng lagi.
Sampai tak tahu bagaimana sudah ada 3 piring di sink
Kunyit, belulang, dan ikan.
Kuah. Asam. Sagu. Nasi. Jagung. Telur tebu.
Menengok-nengok ia takut ketahuan seorang Ibu.
“Sssstt…”
Seekor ikan bermata kelinci.
Menjadi liar semua.
Di liang-liang kubur yang basah
Di atas rumput, atau di dalam laut dan tempurung kura-kura
Merangkaki lumpur dan duri menusuk kulit di tangan
Begitu saja hidup tak ada habisnya berupaya
Kabur. Kabur. Kabur dan melebur menyatu bersama deru dan knalpot bising yang nanti hilang sendiri
Lari. Lari. Bawa diri ini lari dan sendiri
Menepi. Aku mau menepi ke rawa dan dimakan buaya
Aku menjadi hiu yang tanggal dan dilempar begitu siripnya jadi sup di restoran Cina
Tenang.
Tenang aku mau melenggang menjadi asap dan lemak yang menetes di pembakaran
Masa kecilku di meja judi dari warung remang-remang jadi tempat makan siang-siang sudah lenyap
Ada sebuah tempat menampung dan mengairi sawah yang jadi labirin menyesatkan waktu pertama lagi aku pulang ke rumah
Jalur lari pagi sudah jadi tempat orang-orang berjualan di jembatan jalan baru orang Belanda melihat lahar
Katanya orang disemen di sana dengan putih telur
Bapakku suka memancing dan aku pernah tergelincir di bebatuan itu
Pepes ikan dan anyir bau airnya masih kuingat
Di degan kelapa tapi jalan menuju rumah melewati pabrik genting asapnya tak lagi mengepul sudah
Kota ini mati mati mati dengan tukang parkir yang sudah beranak pinak
Tak ada lagi Otten untuk jadi studio foto dengan kain lebar jadi latar belakang
Dan benara tempat Bapak membeli pohon dan rumput segar buat di rumah kaca
Menulis puisi, prosa, melukis, dan bermusik tipis-tipis. Bukunya sudah 4, As Blue As You (2022), Jayanti (2023), Notes of The Lost Sheep (2024). dan Yusuf dan Sapi Betina (2025). Suka pamer dan suka bikin pameran.
Bareng-bareng kita berkarya dan saling berbagi info nongkrong di grup whatsap kami.
Gack dulu, dech
Ayooo Berangkat!