Kado dari Osaka

Dawai dan Duri 

 

di Jogja ini, Nona

setiap sudut kota 

adalah bilah-bilah pisau 

yang menyayat kulitku,

yang menorehkan luka 

dan bekas memar, menguar 

darah yang segar,

membekas pilu 

yang tanpa penawar.

 

jangan bertanya 

mengapakah 

gerangan.

 

jangan tinggalkan 

mata tajammu 

yang sigap kan 

melukaiku dengan 

kenangan yang 

menostalgiakan. 

 

jangan pernah 

kembali bersemi 

seperti mawar-mawar 

di taman mekar 

dengan penuh 

dawai dan duri.

 

biarlah, biarlah 

aku mati dengan 

sendiri dengan 

membawa segaris 

luka yang muskil 

disembuhkan zaman.

 

2026

Tengah Malam 

tengah malam aku rebah dalam sunyi

di luar rumah hujan sedang asyik menari-nari.

telepon berdering. segera kuangkat.

“Halo. ada yang bisa saya rindu?”

sunyi seketika pecah di langit-langit dan gemuruh menjelma seorang kekasih.

musik pun mulai memutarkan

i like the way you kiss me.

2026

Kado dari Osaka 

dan dari Osaka selusin bunga,

cokelat batang, dan kangen

darimu telah

                    kuterima

setelah sekian musim kita pelihara

jarak

dalam peluk dan

            kecup virtual.

2026

 

Mahasiswa yang gemar berpuisi dan ngopi. Sekali-kali nulis cerpen kalau mood. Instagram @jztcallman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You might also like
Yuk Berkawan

Bareng-bareng kita berkarya dan saling berbagi info nongkrong di grup whatsap kami.

Promo Gack dulu, dech Ayooo Berangkat!