Pagi hari yang cerah, banyak anak yang sedang berangkat ke sekolah. Matahari mulai terbit dari arah timur. Terlihat ada gadis memakai pita rambutnya, berseragam rapi, dan membawa tas pink lucunya sambil berlari menuju gerbang sekolahnya.
Dia bernama Alexa. Dia adalah siswa pindahan yang baru dua bulan bersekolah di sini. Sekarang dia menduduki bangku kelas 2 SMP yang di mana satu tahun lagi dia lulus.
Saat pelajaran dimulai, Alexa tidak pernah mengerjakan tugas dan malas. Saat ujian, teman-teman Alexa sibuk belajar, tetapi Alexa sibuk dengan HP-nya sendiri. Lalu, saat temannya menegur, “Alexa, kamu gak belajar? Cepat belajar gih. Nanti kalau gak bisa, nilainya jelek, kamu nangis,” ucap teman Alexa.
Tetapi, Alexa tetap tidak peduli. “Tck… malas banget belajar, toh nilai hanyalah angka, zaman sekarang mah mana ada anak gak naik kelas,” ucap Alexa dengan remeh. Saat pembagian nilai ujian, teman-teman Alexa mendapatkan nilai yang sangat bagus-bagus. Waktu giliran Alexa, ternyata dia mendapatkan nilai remidi sendiri.
Gurunya sudah malas dengan Alexa yang selalu membantah. Gurunya menegur, “Saya kasih satu kesempatan lagi, Alexa! Nilai kamu ini sangat parah, gimana kalau nilai kamu tidak mencukupi untuk naik kelas!?” ucap gurunya Alexa dengan ketus, kesal, dan muak.
Sewaktu pulang sekolah, Alexa merenung di kamar mengingat ucapan gurunya sambil memegang kertas nilai ujiannya. Lalu, Alexa merenung, menyesal atas apa yang dia lakukan, dan dia takut kalau dia tidak naik kelas. Alexa terus bersedih, takut, dan kepikiran.
Bintang-bintang berkilauan di langit, tandanya malam telah tiba. Alexa masih khawatir, dan Alexa berpikir untuk memulai dari awal dan dia akan belajar bersungguh-sungguh pada mapel berikutnya.
Saat mengerjakan, Alexa tetap merasa susah dan hampir menyerah, tapi untungnya dia tetap ingat dan pantang menyerah sambil berkata, “Huhh… aku gak boleh nyerah, aku harus bisa semangat, bismillah,” ucap Alexa sambil menyemangati dirinya sendiri. Dan saat pembagian nilai ujian, Alexa kaget dengan nilai ujiannya dan sedih, ternyata nilainya sama saja dan bahkan tidak ada kemajuan.
Alexa terus malu dengan teman-teman sekelasnya, apalagi teman-temannya terus mengejek Alexa, meremehkan Alexa.
“Huu… makanya kalau waktu pelajaran itu jangan malas-malas, jadi bodoh kan akhirnya, hahaha…” sontak teman-temannya.
Alexa sedih dan malu, sambil berkata, “Iya aku tahu, akhirnya nyesel, tapi aku sekarang lagi berusaha memperbaiki, belajar, toh semua kan butuh proses.”
Sewaktu pulang sekolah, Alexa berpapasan dengan ibundanya yang pulang dari rantauannya. Alexa merasa senang dan langsung memeluk ibundanya sambil berkata, “Ibu, Alexa kangen banget sama ibu. Sudah lima tahun lebih kita gak ketemu, bu…” Alexa mempererat pelukannya. Ibunya merasa biasa saja dan berkata, “Udah kan! Cepat lepasin, Lexa. Ibu capek ini.” Alexa pun kebingungan dengan ibunya.
Bareng-bareng kita berkarya dan saling berbagi info nongkrong di grup whatsap kami.
Gack dulu, dech
Ayooo Berangkat!