Bertani, Bermusik, dan Merayakan Hidup di Kebun Kaliaget

Besok, Minggu, 18 Januari 2026, Kaliaget Organic Space akan mengadakan acara Musik Kebun Vol. 1 dengan tema klasikan. Harus diakui bahwa inisiatif Kaliaget Organic Space untuk membuat aktivitas bertani menjadi menarik amatlah cemerlang. Mereka tidak selesai hanya dengan bertani dan menjual hasil panennya saja, kini mereka mengadakan acara Musik Kebun tentu saja untuk menaikkan pamor pertanian bahwa kaum tani juga bisa, ya!

Kaum tani bisa mengadakan acara musik dan bisa berbaur dengan seniman-seniman. Eh, petani juga kan seniman. Seniman kebun. Asyik.

Melalui panggilan telepon, Minpang ngobrol dengan Kang Ryan yang menggawangi acara Musik Kebun Vol. 1: Klasikan ini. Mari ikuti obrolan kami.

Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh!

Waalaikum salam warrahmatullahi wa barakatuh.

Gimana Kabarnya Kang Ryan? Sehat?

Alhamdulillah kabar baik, nih. Minpang sendiri gimana nih kabarnya?

Alhamdulillah baik juga. Besok acara musik kebun jadi, nih?

Jadi dong. Datang, ya.

InsyaAllah diusahakan datang. Eh, acara Kebun Musik tuh apaan yah? Main musik di kebun gitu?

Benar gitu, tapi gak sesederhana itu juga kita ada filosofinya.

Wah, apaan tuh filosofinya?

Jadi kita itu menganggap bahwa petani dan seniman (dalam hal ini musisi) memiliki banyak kesamaan. Pertama gini deh petani dan musisi sama-sama berawal dari bibit dalam menjalankan perannya masing-masing. Seorang petani harus mengenali bibit yang ia tanam, apa varietasnya, bagaimana karakteristik bibit itu, seberapa ia tangguh menghadapi hama, maupun mengetahui waktu yang tepat untuk menyemai bibit itu. Begitupun musisi, mereka berasal dari bibit berupa repetoar atau lagu. Alat apa yang mereka mainkan, bagaimana memainkan alatnya dengan baik, cara perawatan alat musiknya. Apalagi yang akan dimainkan nanti adalah musiknya Antonio Vivaldi, tentunya harus tahu karakter musiknya seperti apa.

Kedua, petani dan musisi sama dalam hal kerja merawat bibit mereka. Petani mendedikasikan waktu dan tenaganya untuk memastikan bibit tumbuh dengan baik. Begitupun musisi mereka harus rajin latihan, menyamakan bunyi, gesekan dan kekompakkan agar melodi yang dihasilkan mempesona.

Ketiga petani dan musisi sama dalam hal panen. Petani ini menyajikan ke sesama bahwa inilah hasil dari seorang petani, nasi yang bisa dimasak, sayur-sayuran dan sebagainya. Musisi pun begitu, ia menghabiskan banyak waktu untuk berlatih sampai jemarinya terasa kebas, pegel-pegel untuk menampilkan musik yang indah agar bisa menghibur orang-orang.

Kadang kita juga mesti maklum kalau hasil panen gak selalu perfect 100%. Ada saja padi yang hapa (kopong), begitu juga musisi bisa saja hasil latihannaya ada kekurangan.

Wah, sungguh penjelasan yang pertela (konkret). Kalau maksud dari Musik Kebun Vol. 1: Klasikan itu apa? Apa maksudnya ini tuh bakal ada lanjutannya gitu?

Sip, bener banget tebakannya. Pinter banget, sih, Minpang nih. Kami tuh di Kaliaget Organic Space ingin rutin mengadakan acara musik kebun mulai tahun 2026 ini. Biar kita bisa berkreasi, berkarya juga menyambung silaturahmi bersama teman-teman. Agar kekompakkan kita sebagai sesama seniman terjaga.

Musik Kebun Vol. 2 pengen bikin dangdutan. Tertarik gak?

Anjay, dangdutan. Bakal seru tuh. Terus itu undangannya kenapa via reservasi gitu? Berbayar gak sih buat ikutan?

Oh, itu tujuannya agar kita lebih rapi ngedatanya aja, sih. Supaya kalau ngadain acara lagi kita bisa berkaca dari acara sebelumnya, yang datang segini, tempat yang mesti disiapkan segini, cara menjamunya begini, gitu sih supaya dari satu event ke event  lainnya penyelenggaraan kami menjadi semakin baik.

Gak berbayar, kok.

Nice. Kalau di Klasikan ini yang ngisi siapa aja? Terus mainin musik klasik yang kayak gimana? Musik jamanan Crishye gitu?

Bukan jamannya Crishye dong. Ini lebih tua lagi. Klasikan kita bakal menampilkan Kuartet Gesek yang terdiri dari saya sendiri, Ryan sebagai pemain biola ada Gary juga yang sama main biola, teus ada Gebod yang main biola alto (biola yang gede itu, loh) dan juga ada Daud yang main celo. Kuartet Musik ini bakal menyajikan musik dari Antonio Vivaldi, untuk song listnya masih kita rahasiain biar jadi kejutan Dan ada juga penampilan Seriosa dari Fakhri Nurluthfi.

Selain itu kita juga menggelar 3 stand yang terdiri dari produk Beras Organic dari Organic Space, ada juga kopi dan produk rokok Sehat Tentrem.

Menarik banget acaranya sumpah.

Makanya datang dong.

InsyaAllah. Eh, acaranya dimulai dari jam berapa?

Acaranya dimulai dari jam 15.30 sampai jam 16.30.

Terima kasih atas kesempatan ngobrol-ngobrolnya nih. Semoga acaranya lancar-lancar dan sukses besar. Semoga Kaliaget Organic Space semakin berjaya!

Jaya! Jaya! Jaya!

Terima kasih juga Minpang! Sampai bertemu di acara besok, ya!

 

Dari obrolan singkat tapi padat bareng Kang Ryan tadi, Minpang jadi punya pandangan bahwa Musik Kebun bukan sekadar mumusikan di tengah tanaman, namun kegiatan itu adalah upaya merayakan kerja-kerja yang kerap dianggap sunyi seperti bertani. Padahal, bertani dan bermusik memiliki nilai yang sama-sama butuh kesabaran, ketekunan, dan keberanian menerima hasil yang kadang tak sempurna. Apalagi, Kang Ryan sendiri juga merupakan petani yang aktif.

Jadi, sawah dan kebun bukan hanya tempat produksi pangan, tapi juga tempat “berpacu dalaaaam melodi!”. Sebagaimana dahulu, ketika panen, banyak petani yang bersama-sama mengupas kulit beras dengan memainkan lesung, alat penumbuk padi. Namun, ternyata suaranya syahdu juga.

Tradisi ini dikenal di berbagai daerah Nusantara, kayu dipukul berirama sebagai penanda syukur atas hasil bumi sekaligus hiburan kolektif setelah kerja panjang di petak-petak sawah.

Akhir kata, Musik Kebun Vol. 1: Klasikan adalah pengingat manis bahwa seni bisa tumbuh di berbagai tempat, bukan cuma di tempat mevvah saja ya hei! Lumpur sawah dan jemari petani juga bisa tuh. Musik klasik gak harus selalu berjarak dengan tanah dan bukan cuma milik kaum borjuis.

Musik klasik juga nyatanya gak eksklusif hanya karena dimainkan di gedung tinggi dengan kursi empuk dan tiket yang agak mahal. Kalau sejak awal musik lahir dari kerja-kerja yang dianggap sepele dan kebersamaan manusia. Jadi, urusan genre musik dan kaitannya dengan kelas sosyel itu gak ada ya.

JYang ada cuma manusia, bunyi, dan kebutuhan buat merayakan hidup bareng-bareng.

Semoga Musik Kebun Vol. 1 berjalan lancar, panennya baik, nadanya sampai, dan silaturahminya panjang. Sampai jumpa di kebun, di musik, dan di volume-volume selanjutnya!

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also like