Merawat Alam, Merayakan Kebersamaan: Catatan dari Gunung Rahayu

Seringkali, kegiatan menanam pohon itu identik dengan aktivitas fisik yang cukup berat. Mencangkul tanah, membawa bibit, berpanas-panasan, lalu pulang dengan badan lelah. Memang begitulah seninya berkegiatan di alam. Namun, Sabtu kemarin (10/1), saya dan teman-teman Semua Senyum Indonesia mencoba menghadirkan suasana yang sedikit berbeda di Gunung Rahayu.

Kami ingin membuktikan bahwa aksi konservasi bisa dinikmati dengan cara yang lebih ringan tanpa mengurangi esensinya.

Hari itu, puluhan anak muda berkumpul. Senang rasanya melihat teman-teman dari Purwakarta bisa berbaur akrab dengan partisipan yang datang jauh-jauh dari Jakarta, Cirebon, hingga Sukabumi. Di sela-sela kegiatan menanam, kami menyisipkan berbagai games dan perlombaan. Tujuannya sederhana: agar rasa lelah tertutup oleh tawa, dan chemistry antar relawan bisa terbangun lebih cepat. Tidak ada sekat daerah, semua lebur karena punya tujuan yang sama.

Ada satu momen yang cukup berkesan bagi saya pribadi, yaitu sesi “Cap Tangan”.

Kami membentangkan spanduk putih, lalu satu per satu relawan menempelkan tangan mereka yang sudah dicelup cat. Ini bukan sekadar seremonial. Bagi saya, melihat warna-warni cap tangan itu adalah pengingat visual tentang komitmen kami. Bahwa tangan-tangan inilah yang bersedia turun langsung untuk merawat lingkungan sekitar.

Sebagai Direktur Semua Senyum Indonesia, saya melihat antusiasme ini sebagai hal yang positif. Ternyata anak muda sangat peduli dengan isu lingkungan, asalkan wadahnya tepat dan pendekatannya sesuai dengan gaya mereka—santai, tapi berdampak.

Keseriusan kami tetap pada misinya. Di Green Action Batch II ini, fokus kami bukan hanya menanam bibit baru, tapi juga mengecek dan merawat pohon-pohon yang sudah kami tanam pada November 2025 lalu. Saya selalu percaya, menanam itu mungkin bagian yang paling mudah, tapi menjaga agar pohon itu tetap hidup adalah tanggung jawab yang sesungguhnya.

Terima kasih untuk semua teman-teman yang sudah meluangkan waktu, tenaga, dan tidak takut kotor kemarin. Semoga Gunung Rahayu menjadi saksi awal mula gerakan lingkungan yang konsisten dan menyenangkan di Purwakarta.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also like