

kau kembali merasa takut. padahal
sang pencipta tidak menuntut. sang
semesta pun hanya manut-manut.
menjadi yang sebenar-benarnya.
di dunia yang
tidak tampak sebenar-benarnya.
terbangun atau tersadar atau terlahirlah
kau kembali.
menjadi yang semestinya mesti.
lalu berhentilah membandingkan
dirimu dengan bayanganmu sendiri.
dan berusahalah untuk apa:
yang kau damba
yang kau cinta
yang jauh nun di sana
yang menjadi dirimu sendiri.
Jakarta, 2026
jika mereka menyalak
seperti anjing liar,
berkelakar tentangmu.
jangan pedulikan.
lupakan.
mereka telah menganggap dirimu
pelakon di sebuah pertunjukan sirkus.
kau mendapatkan bayaran, mereka
membayar untukmu.
jangan pedulikan.
lupakan.
jika kedua mata dan mulut mereka,
lebih dulu lahir dan hadir
dari kedua mata dan mulutmu.
jangan melihatnya.
jangan mendengarkannya.
mereka orang-orang yang mengaku
lebih bijak dan bijaksana daripada
perpustakaan berlantai lima.
jangan melihatnya.
jangan mendengarkannya.
mereka, orang-orang yang
tak berhak hadir
atas semestamu.
mereka, orang-orang yang
takkan bertanggung jawab
atas luasnya semestamu.
jangan melihatnya.
jangan mendengarkannya.
jangan pedulikan.
lupakan.
kau hanya perlu:
melihat
dan
mendengarkan
dan
mempedulikan
dan
tidak melupakan dirimu sendiri.
Jakarta, 2026
kembali kau menghibur diri.
menyambangi
setiap semesta ke luasnya
semesta yang lain.
yang menurut kau
berkatnya, hidup jauh
lebih berwarna.
angan kau agaknya terlalu
sempit.
lantaran hanya demi upaya
pengakuan
ragam hidup yang warna-warni.
kau tidak sadar,
kau punya
warna sendiri;
kau tidak sadar,
kau sedang
membohongi diri;
kau tidak sadar,
kau payah
menjadi dirimu sendiri.
Jakarta, 2026