

kuterjemahkan puluhan syair
namun tidak kudapati satu pun kata
yang mampu kupadankan dengan
binar bola matamu
kucoba menafsir bait-bait jahiliy
namun tiada kutemukan rima
rayuan yang lebih tajam dari
ucapan selamat pagimu
kuteliti manuskrip-
tempat Majenun merapal
rindu kepada Layla
namun, nyatanya cinta lebih
purba dari segala. lebih azali
dari sekadar kita
Malaysia, 2026
yang pergi dan berlalu hanya kata-kata
kau mengabadi selama-lamanya
menjelma hari-hari yang bosan
menjadi sesak-sesak perjalanan
sejak tidak mampu lagi kubaca
aku memilih mendoakanmu tanpa suara
tanpa menulis sajak, atau membawakan
kepadamu secarik lusuh surat cinta
demikianlah kita,
jika harus sirna, pasti sirna
jika harus tinggal, pasti tinggal
Malaysia, 2026
di atas lebam hidup, kuhidangkan sajak-sajak buatmu
tapi, kau enggan menjamahnya selepas berhari-hari
kubuang sajak itu ke pesta-pesta, ke lorong-lorong stasiun,
gerbong kereta, dan agenda-agenda seminar lainnya yang membosankan
mereka bersorak-sorai. satu dua mengamati tajam
tiga empat kudapati isak-isak terdalam
kulukai hatiku sekali lagi. kukarang sajak yang bukan engkau
dan mereka mulai memakiku marah
Stasiun Gombak, 2026
Biasa dipanggil Azzam. Penikmat teh tarik dan roti canai yang sedang studi di Malaysia. Sibuk membagikan beberapa puisinya di instagram pribadi @azzamdhiaulhaq
Bareng-bareng kita berkarya dan saling berbagi info nongkrong di grup whatsap kami.
Gack dulu, dech
Ayooo Berangkat!