Upaya Menerjemahkan Cinta

Upaya Menerjemahkan Cinta

 

cinta adalah guru sejarah.

yang menjelma sejarah. dan

memperingatkan kau untuk jasmerah.

 

cinta adalah seni perang.

yang mengajarkan kau strategi menyerang.

tanpa kau tahu mengapa harus berperang.

 

cinta adalah ruang pesakitan. berjubellah

di sana orang-orang kalahan. dan kau

dan mereka membutuhkan pertolongan.

 

dan cinta adalah kau yang lahir.

namun tidak membuatmu benar-

benar hadir.

 

Jakarta, 2026

 

 

 

 

Jalanmu Menutup Mataku

 

ada sebuah jalan yang anganku bengkalai.

jalan bersolekkan matamu dan flamboyan—

lintasan mata kakiku menapaki penglihatan.

 

di jalan itu langkahku tak bosan berjalan.

menyusuri temaramnya menuju sampai.

 

namun setiap kali aku berjalan, lintasan jalan itu

kian memuai, panjang. menyemayamkan seringai.

dan tiada lagi kutemukan kau dan harapan.

 

Jakarta, 2026

 

 

 

 

Kendaraanmu Melintas di Jalan Raya Jakarta-Bogor

 

kepalaku lintasan panjang. lintasan panjang

di kepalaku jalan raya Jakarta-Bogor.

 

motor dan mobil saling-menyilang.

enggan beranjak di sepanjang jalan.

 

saban hari padat kendaraan.

semenjak kendaraanmu melintas di

sana. kau terjebak dan tak tahu arah.

 

lalu aku dan arah bertengkar:

inginnya arah membawamu

pergi

padahal aku inginnya kau

pulang.

 

inginnya arah membawamu pergi ke

Bogor.

padahal aku inginnya kau pulang ke

Jakarta.

 

sekali lagi. terjebak dan tak tahu arah.

 

Jakarta, 2026

 

 

 

 

Bagiku, Kau adalah Tumbuh

untuk Anggita Rahma Dinasih

 

kan kupanjatkan, kan kuserukan, dan kau rayakan!

langkahmu

menjalar akar mawar tumbuh mekar.

helalah wanginya: kau dan semerbak harummu.

 

kan kupanjatkan, kan kuserukan, dan kau rayakan!

jiwamu

menyingsing siang memancar kilau petang.

petiklah pendarnya: kau dan sebotol senjamu.

 

kan kupanjatkan, kan kuserukan, dan kau rayakan!

harapanmu

menerjang batas cakrawala yang jauh di sana.

tentanglah kemuskilannya: kau dan sepasang sayapmu.

 

Jakarta, 2026

 

 

 

 

Aku Jatuh Cinta

 

lihatlah mereka!

sepasang sepatu purba.

 

saling setia membersamai;

saling setia menemani.

 

setiap langkah

mimpi

kaki

ini.

 

luput aku dari

luka di

kaki.

 

aku jatuh cinta!

sungguh.

 

(dan dengan sungguh-sungguh!)

 

Jakarta, 2026

Seorang pemuda acak biasa asal Jakarta yang menasbihkan waktunya untuk studi di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah dan membaca karya sastra.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You might also like
Yuk Berkawan

Bareng-bareng kita berkarya dan saling berbagi info nongkrong di grup whatsap kami.

Promo Gack dulu, dech Ayooo Berangkat!