

Keadilan dijual di pasar kuasa,
Ditawar janji dan angka.
Kebenaran menjadi burung terluka,
Terbang rendah di langit yang luka.
Sedang rakyat menadah harap,
Pada matahari yang enggan menetap.
Dosa dipetik menjadi bunga,
Dipajang di altar pujian.
Wanginya semerbak ke mana-mana,
Menutupi busuk yang disembunyikan.
Sedang kebenaran menjadi duri,
Tajam mengusik telapak hati.
Ia dibuang dari perjamuan,
Karena terlalu jujur untuk disukai.
Yang bersandiwara dielu-elukan,
Yang tulus kerap disisihkan.
Topeng dipoles menjadi kehormatan,
Sedang nurani perlahan dilupakan.
Begitulah dunia,
Sering membalik arah cahaya.
Kadang dusta dipanen kemuliaan,
Dan dosa dibayar pahala.
Timbangan hukum batuk di sudut negeri,
Karat kuasa menggerogoti besinya.
Kebenaran menjelma duri,
Terinjak di jalan ambisi.
Sementara dusta bersalin sutra,
Duduk megah di singgasana.
Palu hakim terus bergema,
Namun gema tak selalu bernama adil.
Begitulah ironi dunia:
hukum tajam ke bawah,
Namun tumpul ke atas.
Bareng-bareng kita berkarya dan saling berbagi info nongkrong di grup whatsap kami.
Gack dulu, dech
Ayooo Berangkat!