While The Flood Brings it to Mud and Blood
"Is death not sweeter than being left to despair?"
"Is death not sweeter than being left to despair?"

Mari menulis, bersuara, dan terus menolak lupa. Selama bencana ini terus disebut, ditulis, dan dipersoalkan, pengalihan-pengalihan itu (semoga) tidak sepenuhnya mempan, dan dengan ini Minpang menyatakan: kami menolak menjadi bagian dari kekerasan yang pura-pura tak terjadi!

Ada satu pola lama yang tak pernah benar-benar dihentikan: cara berpikir Jakarta-sentris dalam membaca tragedi yang terjadi di luar pusat kekuasaan. You pasti tahu sesuatu baru bisa dikatakan bencana apabila ia masuk radius Monas dan/atau Senayan saja.

Bagian sebelumnya baca di sini. “Badanmu kurus terus.” kataku meledeknya sambil menggodanya bercanda “Tunggu kiris?” katanya sendiri Dia hanya tertawa, dan dari ujung-ujung bibirnya, garis senyumnya menggandakan kulit yang sudah keriput itu, tapi oh tampannya masih ada. “Aku kan sudah bilang, kalau mau pergi bekerja kamu harus pakai masker, tahi kayunya masuk lewat hidungmu […]
