Perjalanan ke Rumah Selasih membuatku Memaknai Ulang kata “Pulang”
Aku belum pernah ke Pasaman, apalagi Pasaman Barat. Pengakuan yang penting kutulis di sini.
Aku belum pernah ke Pasaman, apalagi Pasaman Barat. Pengakuan yang penting kutulis di sini.

Nah, setidaknya sekarang, kalau saya ingin menjadi seperti Selasih, saya sudah punya checklistnya :(

Sebab, sebagaimana tulisan saya sebelumnya, penyakit terbesar birokrasi kita adalah gemar mengganti kerja intelektual dengan kerja seremonial. Yuhu~

“Mengapa beban Gen Z selalu dilempar kepada media sosial?”

Barangkali inilah warisan yang luput kita lihat: bahwa persahabatan tak cukup nongkrong-nongkrong lucu, foto estetik, atau ngonten asal-asalan.

Mari kita menapaki tilas para penulis dan kerja-kerja budayawan hebat seperti Selasih!
