Rokok dan Puisi Lainnya
Puisi-puisi Muhammad Taofik

Atau mungkin saya saja yang harus mulai main dan nongkrong sendiri? Ah:(

Beberapa kali di sepanjang perjalanan Cikampek menuju Purwakarta (ataupun sebaliknya), baik itu di jalur utama ataupun jalur tikus industri BIC, saya sering banget nemu pengendara motor/mobil yang nyetir sambil ngerokok. Aduh, gimana, ya. Sebagai orang yang sangat mudah terganggu ini, saya merasa siapapun yang berkendara sambil merokok adalah orang tolol yang layak saya serempet dan […]

Orang dewasa kadang lupa kalau mereka (atau mungkin kita) sudah merenggut hak anak-anak atas udara bersih dan udara yang bebas asap rokok. Yang lebih menyedihkan lagi, kita ngerasa itu sah-sah aja seolah gak ada yang salah.

Sebagai perokok aktif yang gak sebat gak bisa mikir, sudah tentu saya semakin tersiksa dengan harga Esse yang kian melambung. Mulai dari varian Honeypop yang masih 24ribu sekarang melonjak jadi 29ribu, sampai Change Applemint dari 28ribu sampai sekarang jadi 35ribu. Rasanya kok rokok saya sama rokok Koko, malah jadi sama mahalnya. Eh tapi dengar-dengar, Marlboro […]

Kalau memang merokok adalah racun dan suatu hari saya mati karena rokok, saya bakal bilang gini, “Lebih baik menghirup racun dari mulut sendiri, daripada menyebar racun di mulut kita ke orang lain.” Bukankah begitu? Menurut saya lebih menyenangkan aja mati karena perbuatan sendiri daripada dibunuh orang lain. No offense. Mulut saya juga mungkin sudah menyakiti […]
