Puisi

Negara dan Mesin Cuci

Buku Catatan di Warung Kopi Di warung kopi, utang ditulis di buku tipis lebih jujur daripada janji kampanye. Namaku berbaris rapi, seperti tokoh figuran dalam novel yang tak pernah tamat. Camus duduk di kursi plastik, menyruput pahit tanpa bertanya: untuk apa pagi jika sore selalu ditagih? Dostoyevski menghitung receh di saku celana sobek, menyadari: yang […]

Menyoal Tuhan dan Puisi-Puisi Lainnya

YANG KUTAHU   aku tak tahu bagaimana menulis yang ku tahu aksara adalah aku aku tak tahu bagaimana menulis yang ku tahu metafora tak lagi kaku aku tak tahu bagaimana menulis yang ku tahu diksi melirih pelan aku tak tahu bagaimana menulis setengah tinta yang aku hidup   Purwokerto, 4 Februari 2020     BUKAN […]

More posts