Miercoles
astaga, tega-teganya kau mengoleskan mentega

Kita tidak lagi menganggap penderitaan sebagai penyakit dan kesepian. pun kebahagiaan sebagai obat dan teman.

Ia menemui Azzam di tempat pertama mereka berbincang tentang puisi.

Cara sederhana mengusir gerombolan burung bandel

baju juga celana takkan hadir di lemari.


Cukupkah manusia? Dengan segala keterbatasannya

Di kota kah kau merayakan Hari. Apa tak sepi sendiri?

maaf jika puisiku seperti anak sekolah dasar yang mabuk kendaraan

