Puisi

Honor, Kapur, dan Lapar

Honor, Kapur, dan Lapar ia berdiri di depan papan tulis dengan kapur yang lebih jujur dari nasibnya sendiri menuliskan masa depan sementara dompetnya menganga kala dunia selalu menawar harga hidup tenaganya dihitung lebih murah dari selembar kertas ujian perutnya padahal selalu bertanya-tanya ia menghitung receh sembari melihat harapan yang bocor di antara celah doa dan […]

Catatan untuk Kepala yang Menolak Dipasang Kembali

Catatan untuk Kepala yang Menolak Dipasang Kembali (halaman pertama hilang) yang tersisa hanya: bekas lem dan satu kalimat yang tidak selesai “jangan—” kepala itu ditemukan di laci ketiga bersama benda-benda kecil yang gagal dilupakan: kancing baju, gigi susu, dan satu nama yang ditulis berulang hingga kehilangan bentuk petugas mencatat: objek masih hangat menolak identifikasi “ini […]

More posts