Ayah, ini Kopimu
Ibu... Aku tak peduli surga!
Nahasnya ia tetap menjadi orang yang sama seperti dulu
Aku menatapmu dari tepi kematian Ketika kau menaruh bunga di nisan pikiranku
Sebab hidup: sebuah safar melingkar menuju satu rahim purba
Ciumlah, Mijnheer. Wangi mawar layu kerah bajumu beradu amis keringat kuli panggul Sunda Kelapa.