Hidup adalah Tahi Masing-Masing
Kan gitu, saya mah. Ya kalau kalian enggak gitu mah ya syukur lah. Tapi buat saya tetap, semua orang sama di mata duit. Hidup adalah tahi masing-masing! Nying!
Kan gitu, saya mah. Ya kalau kalian enggak gitu mah ya syukur lah. Tapi buat saya tetap, semua orang sama di mata duit. Hidup adalah tahi masing-masing! Nying!

Jam dinding masih menunjukkan pukul 5 ketika Kang Ja, begitu ia biasa disapa, sudah terlihat rapi dan wangi. Ia duduk di serambi rumahnya menikmati sarapan ubi rebus dan secangkir kopi. Tak ketinggalan pula beberapa batang kretek yang masih utuh, menunggu untuk disulut. Sebenarnya bangun pagi adalah hal yang lumrah baginya. Profesi sebagai petani membuatnya terbiasa […]

Bagi saya—mungkin orang lain juga, banyaknya isu kecurangan pemilu di tahun-tahun sebelumnya jadi penyebab utama munculnya ‘hilang kepercayaan’ atau lose faith tersebut. Entah, di dalam hati mengendap semacam perasaan paranoid atau trauma.

Bualan tukang obat itu memang sama dengan politisi. Bedanya, tukang obat membual untuk bertahan hidup, politisi bualannya merenggut hidup banyak orang. Tukang obat cari makan, politisi curi makan banyak orang.

Saya pemilih Jokowi dalam dua kali Pilpres yang lalu, dan kini saya tahu harus apa...

Tulisan ini merupakan kampanye hitam dari Kepala DisPoraPakBud alias Dinas Porak-poranda Pak Budi. Beliau juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Alumni Ilmunasi, kolektif konspirasi yang berfokus pada budidaya tuyul air tawar dan pocong hidroponik.

2023 disebut sebagai tahun politik. Ya jelas saja, wong Capres-Cawapresnya lagi khusyuk-khusyuknya caper biar menang. Tahun ini juga menjadi waktu yang pas bagi para petahana legislatif maupun penantangnya untuk saling berlomba menampilkan sisi terbaik mereka kepada warga masyarakat. Tentu saja dengan janji-janji politik yang serba maniez. Mereka semua, entah itu Capres-Cawapres maupun para caleg akan segera […]

Bau-bau pemilu udah makin menyengat, nih. Kita bisa lihat di pinggir jalan, bahkan di properti pribadi (tanpa izin) udah ditempel macam-macam publikasi kampanye. Saya sendiri gak gitu peduli dengan pesta demokrasi yang digelar 2024 mendatang. Buat saya sendiri, janji-janji politik yang ‘mereka’ sampaikan sama PHP-nya kayak pacar kamu datang kalau lagi ada maunya aja. Kenapa […]

Dari beberapa teladan buruk tokoh publik tersebut, saya kok merasa bahwa murid-murid PLS saya lebih baik, ya? Mereka mampu berbesar hati mengakui kesalahan dan menerima segala konsekuensi dari kesalahan tersebut. Tentang kebesaran hati ini saya jadi curiga, jangan-jangan semakin besar jabatan seseorang, maka hatinya semakin mengecil. Semoga saja tidak.

"Titel doang haji, partai doang perjuangan kiai, giliran disuruh tawasul gak bisa! Chuaaakz."
