Tulip, Tirai Rumah, dan Tunainya Harapan
Ketika hal tirai rumah yang disukai anak, bisa mendukung proses berharapnya.
Ketika hal tirai rumah yang disukai anak, bisa mendukung proses berharapnya.

Sudah kurang lebih 1 bulan aku menempati rumah di kota ini. Rumah yang diberikan Sandy secara cuma-cuma. Sesekali ia membawaku ke ritel furnitur di dekat-dekat sini untuk memilih perabotan yang aku suka. Aku gak banyak milih, karena menurutku perabotan lama juga masih bagus. Lagipula, aku kangen keluarga dan teman-temanku. “Kamu gak happy, ya?” Sandy merangkulku […]

“Banyak anak banyak rezeki, dua anak lebih baik, atau hidup berdua saja sampai maut memisahkan.” Pilih mana hayo? Halo, semua! Akhir-akhir ini lagi rame banget pro-kontra soal childfree, ya. Terkhusus, persoalan ini menyorot influencer muda kondang Gita Savitri, yang dianggap paling aktif menggaungkan childfree oleh sebagian besar netizen. Fyi, childfree adalah konsep yang muncul di abad […]

Pagi tadi sekitar pukul 2, saya terbangun karena suara petir sahut-sahutan. Saya terpaksa jadi bangun dari kasur juga buat ngamanin lukisan saya yang masih basah di pinggir jendela, takut bocor-bocor gimana gitu, kan. Selesai, lah. Saya balik lagi ke kamar, nyalain rokok, dan scroll Instagram. Lho, kok? Heboh amat ini yang namanya Gita Savitri. Dulu […]

Kalau ada orang bertanya, “Ke mana komunitas literasi di Purwakarta hari ini, ya?” Itu tidak dapat dijawab semudah, “Euweuh geus paraeh jigana!” Malahan, untuk dapat menjawabnya tentu saja perlu penyisiran secara serius. Aslina~ harus serius ini mah. Kalau tidak, akan menimbulkan pembacaan yang enggak-enggak seperti yang dilakukan Sebul itu. He3x. Gini loh, terkadang eksistensi di […]

Darah itu masih segar mengalir perlahan dari pergelanganku, kamu menatapnya jerih selama beberapa saat lalu kalap meraihku yang limbung dan mencoba menghentikan cairan merah itu keluar lebih banyak lagi. Pandanganku buram melihat dirimu panik, menelepon seseorang mencari bantuan. Ah, aku jadi teringat saat dirimu yang juga sama paniknya melihat diriku yang terjatuh saat kita pertama […]

Kalau memang merokok adalah racun dan suatu hari saya mati karena rokok, saya bakal bilang gini, “Lebih baik menghirup racun dari mulut sendiri, daripada menyebar racun di mulut kita ke orang lain.” Bukankah begitu? Menurut saya lebih menyenangkan aja mati karena perbuatan sendiri daripada dibunuh orang lain. No offense. Mulut saya juga mungkin sudah menyakiti […]

Maaf kalian harus menerima resiko bahwa gue sedang suka menonton ulang film-film yang sempat ditonton zaman dulu. Film ini gak gitu slasher dan cringe, sih. Lebih ke crime dan horror menurut gue. Gue pertama kali nonton ini SMP apa ya? Ramean di kelas tentu saja karena gue penakut. Xixixi. Iya, SMP. Gue inget nontonnya sama […]

Mendengarkan lagu kabar terakhir di taman stasiun Cimahi. Aku mengelilingi kosong angin yang dipajangi daun-daun berwarna tanah. Bapak tukang sapu merawat rerumputan lalu pergi. Dan tiba-tiba masa kecil menuntun nenek dari alam barzah. Mendengarkan lagu kabar terakhir di taman stasiun Cimahi. Bersama kursi tunggu yang lembab dan basah Aku didatangi perempuan senja yang disayangi cucuk […]

Keluh kesah pertama saya bisa di baca di Alasan Menjadi WNI adalah Nasib Terburuk Saya. Di tulisan itu, seperti yang sudah kaum-kaum baca, ya. Saya memang sangat sering julid-in negara. Soalnya kalau yang julid-in warna dandanan orang itu orang gabut. Ih so iye banget sih gue. Si paling gak pernah ngomongin orang gak sih gue […]
