Wangi Semerbak Gang Nikmat (Bagian II)
Derasnya hujan kami terobos. Basah kuyup memang, tapi tak apa. Sebab kata hatiku, aku harus cepat pulang. Benar, tidak sampai 10 menit kami sampai di Gang Nikmat.
Derasnya hujan kami terobos. Basah kuyup memang, tapi tak apa. Sebab kata hatiku, aku harus cepat pulang. Benar, tidak sampai 10 menit kami sampai di Gang Nikmat.

Setelah berbulan-bulan ditempa pekerjaan yang tiada henti dan menguras otak banget, Bebes (bestie banget gak tuh?), teman saya di kantor tiba-tiba saja meregangkan otot-ototnya sambil berkata, “Bes, kalau si Koko minta kamu berhenti kerja, kamu bakal berhenti?” Lalu saya merenung 30 hari. Gak deng. “Kayanya enggak deh, Bes. Eh tapi gak tahu juga, sih. Kalau […]

Profil Singkat Ocha begitu kami memanggilnya, atau yang lebih populer dikenal dengan nama panggung Zona Almamosca adalah seorang rapper perempuan kelahiran 11 Agustus 1999 di Karawang. Sudah menjajal musik rap sejak tahun 2015, saat SBY masih memikirkan bentuk album barunya. Pada tahun 2017 ia aktif di komunitas Karawang Hip-Hop Squad katanya ingin belajar lebih banyak dan […]

Pernah dengar jargon iklan, “Cantik itu putih?” Duh, bagaimana dengan para perempuan berkulit gelap ya, tidak termasuk dalam kategori cantik begitu? Pemilik kulit putih sering disebut lebih “berseka,” “bersih” dan “elegan.” Sedangkan pemilik kulit gelap sering dikategorikan dalam kelompok “mahluk dekil,” “nggak suka kebersihan,” bahkan “jorok.” Benarkah ada keterkaitan warna kulit dengan semua itu? Sekarang […]

Dear David sebenarnya rilis awal tahun lalu. Namun, ingatan saya akan film ini masih menganggu pikiran saya. Kini hal-hal yang masih mengganjal tersebut kian menjadi. Apa lagi setelah saya ikut bersama Fredel menghadiri perilisan bukunya Kalis Mardiasih yang berjudul Luka-Luka Lini Masa. Di acara tersebut, ada peserta yang mengungkapkan ketidaksetujuannya terhadap karakter utama di film […]

Saya menarik napas panjang. Jadi, buat apa kemarin-kemarin kita workshop, technical meeting, dan rapat membahas kurikulum merdeka? Nyatanya jauh sekali dari kata merdeka. Ya seperti anak-anak skena dengan tagar #NoSexism tapi waktu temannya jadi pelaku pelecehan dan kekerasan seksual malah hadir yang paling depan sebagai yang mengintimidasi dan menihilkan korban.

Sebetulnya saya mengharapkan jawaban yang lebih logis, akademis, dan lebih kuat argumennya dibandingkan dengan pertanyaan yang sering didapat orang pada kumpulan acara keluarga besar atau reuni.

Semua orang bisa bilang saya lebay, saya sok-sokan SJW, gak bisa bercanda, baperan, atau si paling feminis soal sentimen saya sama caption-caption berbau misoginis itu.Tapi seberapa krusial sih caption-nya sampai harus menjadikan tubuh perempuan sebagai objek? Lagipula, krusial atau enggaknya sesuatu itu saya rasa aneh banget kalau harus mengobjektifikasi tubuh perempuan.

Kemarin, teman saya di kantor keceletot lidahnya. Katanya badan saya terlampau kurus dan mengkhawatirkan. Saya lalu menangys di kamar mandi tapi setelah makan ESO ternyata saya haha-hehe lagi. Setelah dapat tenaga dari makanan enak, saya langsung bilang “Hei! Sini kamu duduk. Ayo kita baku hantam!” Gak deng. Air mata saya yang biasanya hanya jatuh karena […]

Memang ada garis tipis pada cancel culture antara melucuti kredibilitas karena terbukti melakukan kesalahan atau belum terbukti melakukan kesalahan.
