Kecemasan Perempuan pada Masa Pubertas dalam Payung Dara (2023)
Yang di film ini, dilanggengkan oleh Pak Guru, lalu diterima dan meresap ke alam bawah sadar murid-murid lelak
Yang di film ini, dilanggengkan oleh Pak Guru, lalu diterima dan meresap ke alam bawah sadar murid-murid lelak

Kulitku yang dipuja-puja itu perlahan membiru. Suhu tubuhku menjadi dingin.

What do you think? Would spending years in the pursuit of understanding selflessness be a ‘useless’ idea?

Keretaku berpacu lagi, mengantarku pulang ke rumah suami dan anak-anak. Kembali mengemban peran seorang istri dan ibu.

Jangan mau ditipu patriarki dalam bentuk-bentuk yang seperti itu!

Meskipun sekali lagi, Undang-Undang hanya Undang-Undang, tapi setidaknya perjuangan akan sedikit lebih mudah. Semoga!

Ada anggapan umum yang menarik, bahwa di zaman itu seorang penulis mempunyai kedudukan terhormat di masyarakat.

Sebab manusia, akan selalu mencerminkan lingkungannya dan sesuai pepatah, ulin jeung tukang minyak bakal kabagean seungitna.

Kadang saya mikir, kalau bukan karena tulisan Kalis Mardiasih, mungkin sekarang saya sedang menghakimi para ibu yang bekerja, atau para perempuan penyintas kekerasan yang memperjuangkan hak-haknya di jalan bahkan di pengadilan.

Dalam semesta buku ini, Jieun memiliki kekuatan bisa mengatur hidupnya hanya dengan membayangkannya saja sambil memejam mata. Woah. Saya tidak terbayang jika saya memiliki kekuatan itu. Tentu lah saya tidak usah payah bekerja, cukup bayangkan saja rumah saya besar dan punya banyak makanan yang tak pernah habis, maka tring! Saya akan menjadi mbak-mbak aktivis yang 100% mampu melawan keserakahan kapitalis enih!
