Anakku Sayang
Aku harus pergi kesekolah dengan baju lusuh dan otak yang sudah hangus kumakan sendiri.
Aku harus pergi kesekolah dengan baju lusuh dan otak yang sudah hangus kumakan sendiri.

Saya membayangkan betapa indah bila deretan billboard di Jalan Tengah di Purwakarta majang muka Fadli Zon(k) dengan badan babi lengkap dengan tulisan,Raped While Dying?How Come, Fadli Zon(k)?And Still No Arrest?

Saya menarik napas panjang. Jadi, buat apa kemarin-kemarin kita workshop, technical meeting, dan rapat membahas kurikulum merdeka? Nyatanya jauh sekali dari kata merdeka. Ya seperti anak-anak skena dengan tagar #NoSexism tapi waktu temannya jadi pelaku pelecehan dan kekerasan seksual malah hadir yang paling depan sebagai yang mengintimidasi dan menihilkan korban.

Semua orang bisa bilang saya lebay, saya sok-sokan SJW, gak bisa bercanda, baperan, atau si paling feminis soal sentimen saya sama caption-caption berbau misoginis itu.Tapi seberapa krusial sih caption-nya sampai harus menjadikan tubuh perempuan sebagai objek? Lagipula, krusial atau enggaknya sesuatu itu saya rasa aneh banget kalau harus mengobjektifikasi tubuh perempuan.

Memang ada garis tipis pada cancel culture antara melucuti kredibilitas karena terbukti melakukan kesalahan atau belum terbukti melakukan kesalahan.

Kami pernah berbagi mimpi tentang masa depan yang utopia tanpa kelas, kami pernah menghidupi mimpi tersebut dengan membangun kolektif, membangun koperasi yang kami percaya bisa kami gunakan untuk bertahan di hidup yang tak menentu ini. Rasa sayang saya yang besar terhadap sahabat laki-laki saya inilah membuat saya semakin tidak percaya cancel culture.

Kamu memilih menyebut "praktik cuci tangan" untuk orang yang menolak berdiri bersama kamu sebagai pelaku? playing victim jenis baru atau apa ini tuh? IQ dengkul.

TRIGGER WARNING. Tulisan ini mengandung konten sensitif, bisa jadi beberapa bagian sangat menganggu kenyamanan kamu. Jika kamu merasa gak nyaman membacanya, gakpapa, kok. Kamu bisa berhenti membaca ini dan menenangkan dirimu. Saya cuma ingin kamu tahu, kamu gak sendiri. #MeToo Tulisan ini saya dedikasikan untuk diri saya, juga untuk semua korban pelecehan dan kekerasan seksual, […]

Tulisan ini merupakan pengalaman nyata yang dialami Dewi, kerabat saya. Kemarin, ia bercerita dan meminta bantuan kepada saya untuk mempublikasikan pengalamannya di Nyimpangdotcom. Harapannya tak muluk-muluk, Dewi cuma ingin semua korban dan penyintas mengerti bahwa (kita) gak sendiri.

Rasanya cukup melelahkan saat saya menulis esai personal, pengalaman pribadi, atau pengalaman orang lain terkait dengan kasus pelecehan dan kekerasan seksual. Semua hal menyangkut kasus ini benar-benar menguras energi saya. Beberapa waktu lalu, saya melihat postingan teman-teman soal kasus pelecehan dan kekerasan seksual yang dilakukan band straight edge kepada seorang perempuan. Kemunculan kasus baru pelecehan […]
