Problematika Buku Puisi
adakalanya aku tidak punya cukup uang untuk membeli buku puisi dan membacakannya untuk diriku sendiri.
adakalanya aku tidak punya cukup uang untuk membeli buku puisi dan membacakannya untuk diriku sendiri.

Negara Kami yang Rajin Negara kami sangat rajin bangun pagi ke kantor menyusun rencana tentang siapa yang boleh hidup dan siapa yang boleh lapar ia rajin sekali menghitung angka pertumbuhan dari keringat buruh yang tak sempat sarapan ia rajin sekali membangun istana megah sementara jembatan ke sekolah masih dari bambu dan doa kami pun […]

Alih-alih menjadi pelayan publik, aparat sering kali bertindak seolah-olah berada di atas warga negara.

Peristiwa-peristiwa yang terasa tidak nyaman bisa saja dijauhkan konteksnya, disamarkan maknanya, dan bahkan dibuat seakan-akan peristiwa itu sudah selesai dengan sendirinya.

Buku Catatan di Warung Kopi Di warung kopi, utang ditulis di buku tipis lebih jujur daripada janji kampanye. Namaku berbaris rapi, seperti tokoh figuran dalam novel yang tak pernah tamat. Camus duduk di kursi plastik, menyruput pahit tanpa bertanya: untuk apa pagi jika sore selalu ditagih? Dostoyevski menghitung receh di saku celana sobek, menyadari: yang […]

Hamzah adalah seorang pemuda berusia dua puluh dua tahun. Ia bekerja di sebuah toko kelontong kecil. Orang-orang mengenalnya sebagai pribadi ramah dan murah senyum. Setiap pagi ia membuka pintu toko, mematikan lampu, lalu menyapu lantai yang penuh debu dari jalan raya. Hidupnya sederhana. Jarang ada keinginan neko-neko. Pemilik toko kelontong itu, Pak Hasyim, menjadikannya tangan […]

Halo, saya Fahrul. Terakhir nulis di media Nyimpang tervaforit se-Purwakarta itu pas akhir tahun 2024 buat misuh-misuh, julid, atau sekadar mencaci-maki setumpuk kekesalan karena belum proposal untuk sidang belum kunjung di-acc. Huft sedyh. Padahal aku tuh lumayan rajin, lho. Rajin mencintaimu dalam diam, rajin berbuat dosa walaupun besoknya berdoa, berdosa lagi, berdoa lagi begitu seterusnya. […]

Rakyat yang mencoba bertahan di tengah ketidakhadiran negara.

Elemen Penting Manusia Tanah, air, dan udaraElemen penting manusiaTak dapat dipisahkanLahir hidup dan matipulang dan kembali Konflik kepentinganMemaksa kegentinganTidak bisa kutunjukkan kepemilikanNilai ekonomis tanah yang tinggi Musyawarah yang buntuTanah tetap penduduk bertambah menetap ย ย Konsumen Pengetahuan Ketakutan yang tak diakui sebagai akademisi mumpuni hingga kau gunakan joki Rendahnya kemampuan riset kau buat sat set […]

Keluh kesah pertama saya bisa di baca di Alasan Menjadi WNI adalah Nasib Terburuk Saya. Di tulisan itu, seperti yang sudah kaum-kaum baca, ya. Saya memang sangat sering julid-in negara. Soalnya kalau yang julid-in warna dandanan orang ย itu orang gabut. Ih so iye banget sih gue. Si paling gak pernah ngomongin orang gak sih gue […]
