Sangkan Paran Pelukan: Potret Buruh Migran Indonesia dalam Sebuah Puisi

Para Penyimpang, maukah kuceritai tentang sebuah puisi? Bukan puisi unyu tentang cinta, apalagi puisi yang melulu bicara mengenai senja. Bukan, bukan itu, melainkan tentang realitas dalam kehidupan berumah tangga. Inilah dia, Sangkan Paran Pelukan judulnya:   Jeng, berapa lama kita tak jumpa? Satu, dua, tiga dasa, Atau telah beratus purnama?   Andai esok kita jumpa […]