Manusia

Di Sudut Sinjai

Puisi-puisi Rifqi dalam "Di Sudut Sinjai" mengalirkan refleksi mendalam tentang cinta, kehidupan, teknologi, dan keheningan jiwa, menampilkan sensitivitas yang penuh makna.

Memantau Pola Cinta

Hubungan yang merusak seringkali berkembang secara perlahan dari pola cinta yang mungkin awalnya tidak terlihat berbahaya. Namun, seiring waktu, pola-pola ini dapat memperkuat diri sendiri dan menyebabkan hubungan menjadi semakin merugikan dan tidak sehat.

Lekas Sembuh Manusia Bumiku: Limbung

Aku membangun perpustakaan di hatiku. Kutata buku pada rak. Satu per satu kurapihkan. Ada yang usang, ada juga yang warnanya menguning. Buku itu bak kehabisan nafas semakin lama-semakin tua ditindas oleh waktu. Mataku nyalang memandang satu buku. “Jika buku seperti manusia, ia akan mengarsipkan peristiwa yang telah terjadi. Seseorang yang pernah singgah, ia yang punya […]

Lekas Sembuh Manusia Bumiku: Pemilu

Saat aku kembali ke kosanku. Langit menghujaniku dengan beberapa pertanyaan, layaknya interogasi seperti intel pada targetnya. Biasanya kami berdiskusi berjam-jam, berdebat hingga lupa esok hari adalah pemilu. Lalu kami melahap ciuman dengan gigitan-gigitan kecil imajinasi sebagai pemantik diskusi. Pelukan adalah tempat ternyaman saat argumentasimu selalu dipatahkan apalagi oleh kekasihmu. “Hai. Lagi capek, ya?” “Enggak biasa […]

Membaca Keterasingan

Saya orang yang menyukai sejarah. Biasanya sih melalui buku, artikel, dan video dari internet membuat saya jadi bisa memahami sebuah peristiwa: apa alasan yang melatarbelakangi peristiwa tersebut bisa terjadi dan apa dampak yang diberikannya pada orang-orang dan dunia. Proses mempelajari sejarah membuat saya tercerahkan, kadang. Satu diantara favorit saya, revolusi industri. Fase ini dimulai di […]

Yuk Berkawan

Bareng-bareng kita berkarya dan saling berbagi info nongkrong di grup whatsap kami.

Promo Gack dulu, dech Ayooo Berangkat!