Seni Berinteraksi di Kedai Kopi
Padahal, biasa saja, lah. Banyak peneliti yang lebih tahu kopi dan berbicara biasa saja tidak sampai berbusa.
Padahal, biasa saja, lah. Banyak peneliti yang lebih tahu kopi dan berbicara biasa saja tidak sampai berbusa.

Aku tidak tahu sejak kapan perasaan itu muncul, yang aku ingat hanyalah saat pertama kali melihatnya. Ada sesuatu yang aneh di matanya seperti ada cahaya kecil yang berpendar diam-diam di sana. Bukan cahaya yang menyilaukan, tapi cukup untuk membuatku berhenti sejenak. Untuk beberapa detik aku merasa seperti tenggelam di sungai tanpa dasar. Segalanya menjadi sunyi. […]

Meski industri kopi sedang naik, apakah pekerja di balik secangkir kopi ikut terangkat?

Buku Catatan di Warung Kopi Di warung kopi, utang ditulis di buku tipis lebih jujur daripada janji kampanye. Namaku berbaris rapi, seperti tokoh figuran dalam novel yang tak pernah tamat. Camus duduk di kursi plastik, menyruput pahit tanpa bertanya: untuk apa pagi jika sore selalu ditagih? Dostoyevski menghitung receh di saku celana sobek, menyadari: yang […]

Sebagai mahasiswa rantau di Malang, saya terbiasa menjalani hari-hari dengan lingkar sosial yang cukup sempit. Bukan karena kesulitan mencari teman atau tidak ingin bersosialisasi, saya hanya merasa tak selalu punya energi untuk itu. Kemudian pada akhir semester kemarin, masa-masa skripsi mulai menyita waktu banyak mahasiswa. Banyak dari mereka memilih nugas di kafe, ramai-ramai bersama teman ataupun […]

Dentuman misterius dari arah Jatiluhur memecah suasana di kafe Kilas Balik, memadamkan listrik, dan memutus sinyal. Sambil menyalakan rokok kedua, Nik mencoba merangkai logika ledakan, sementara Jon tetap sibuk meracik kopi dalam gelap.

Hi, aku Arif. Setelah lama aku merasa patah dari hati yang rapuh, hingga berpasrah, dan berupaya mampu mengendalikan diri, akhirnya aku kembali menemukan cinta. Hari itu Sabtu-malam Minggu, malam dimana muda-mudi bergelora dengan cintanya mereka, dan ya, pada jumpa pertama, aku menemukan kembali cinta yang lama sekali tak pernah kurasa. Tegur sapa tanpa banyak bicara, […]

Pagi sekali–antara kini dan pagi-pagi yang terlewati. Di luar kamar ku sering sekali ibu-ibu itu kehilangan niat pergi belanja. Alih-alih membeli sayuran, ia selalu hendaki dirinya di depan teman yang sedang buka warung. Lalu membaca puisi getir yang ia tulis sendiri pada tulang dahi: tentang suaminya yang menyebalkan, anaknya yang kurang ajar dan nasib-nasib buruk […]
