Honor, Kapur, dan Lapar

Honor, Kapur, dan Lapar ia berdiri di depan papan tulis dengan kapur yang lebih jujur dari nasibnya sendiri menuliskan masa depan sementara dompetnya menganga kala dunia selalu menawar harga hidup tenaganya dihitung lebih murah dari selembar kertas ujian perutnya padahal selalu bertanya-tanya ia menghitung receh sembari melihat harapan yang bocor di antara celah doa dan […]