Mengenal Matinee dan Kiat-kiat Kuat menjadi Boedak Sinema
Penasaran seperti apa rasanya menjadi boedak sinema abiez?
Penasaran seperti apa rasanya menjadi boedak sinema abiez?

Seperti film Avengers: premisnya sama, hanya ditambah member saja. Konsepnya seperti yang iya melawan tambang, tapi ujung-ujungnya film Amerika-sentris lagi. Huft. Capek.

Bedanya tipis, cuma resolusinya lebih tinggi. Toh, yang berubah cuma layar dan sutradaranya, ceritanya masih sama-sama klise.

Alasan utama saya menonton film ini adalah ya tentu saja saya kangen menonton Kinaryosih.

Malam ini Padang diguyur hujan deras lagi. Dua malam berturut-turut. Suara hujan itu menempel di dinding kamar sewaku yang lembab dan murah meriah, membuatku pasrah rebahan sambil menatap langit-langit. Tapi untungnya malam ini aku nggak sendirian. Ada Bang David (25), senior sekaligus kawan lama, yang menginap karena besok katanya mau nembak gebetan. Mukanya cemas banget. […]

Potret kesepian manusia dalam pelukan teknologi.

Dreams Creative Space memantik geliat perfilman di Purwakarta.

Ia tak punyai kemampuan survival yang cukup untuk bertahan tanpa pertolongan orang lain: hasil panen jagungnya buruk, gagal menembak kelinci dan malah melukai diri sendiri, menjual cawat perak istrinya diam-diam, dan tak bisa mengurusi keluarganya.

Di film-film apokaliptik, biasanya tokoh utama adalah tokoh yang kuat, cerdas, bisa berantem, punya channel dengan pemerintah atau orang penting lah. Seolah-olah yang bisa bertahan dalam keadaan porak poranda adalah mereka yang punya privilege aja biar dijemput pakai helikopter pemerintah gitu~

Takutnya, pemerintah merasa dengan memberi bantuan produk fisik saja seolah sudah berhasil menyelesaikan permasalahan yang sebenarnya kompleks.
