Perjamuan Hitam di Nordmarka
Setiap kali ia mencoba mengucapkan kata "keadilan", tenggorokannya seolah diperas oleh tangan-tangan tak terlihat. Ia memuntahkan debu hitam pekat yang segera menutupi pakaiannya yang mahal.
Setiap kali ia mencoba mengucapkan kata "keadilan", tenggorokannya seolah diperas oleh tangan-tangan tak terlihat. Ia memuntahkan debu hitam pekat yang segera menutupi pakaiannya yang mahal.

Dalam semesta buku ini, Jieun memiliki kekuatan bisa mengatur hidupnya hanya dengan membayangkannya saja sambil memejam mata. Woah. Saya tidak terbayang jika saya memiliki kekuatan itu. Tentu lah saya tidak usah payah bekerja, cukup bayangkan saja rumah saya besar dan punya banyak makanan yang tak pernah habis, maka tring! Saya akan menjadi mbak-mbak aktivis yang 100% mampu melawan keserakahan kapitalis enih!
