Overthinking: Penerbitan
Overthinking adalah sebuah series tulisan dari kelebihan pikiran yang dilebih-lebihkan. Padahal, enggak penting, sih...
Overthinking adalah sebuah series tulisan dari kelebihan pikiran yang dilebih-lebihkan. Padahal, enggak penting, sih...

Saya yakin, jadi mahasiswa bukan cuma perkara status pekerjaan di KTP aja. Lebih dari itu, saya rasa secara garis besar, mahasiswa setidaknya punya 2 tanggung jawab. Pertama, tanggung jawab akademik dan kedua tanggung jawab sosial. (tapi yang kedua dibahas lain hari, ya). Let’s just say, tugas-tugas, kehadiran pembelajaran dikelas, dan blau-blau keaktifan selama menjadi mahasiswa yang menyangkut kegiatan […]

Hai, Para Penyimpang! Halo juga Arif Ableh yang menyapa mahasiswa Purwakarta dengan hangat lewat tulisannya Dear Mahasiswa Purwakarta. Luar biasa. Jarang-jarang mahasiswa Purwakarta ndumel lewat tulisan, diterbitkan di situs pula. Biasanya rajin adu intrik lewat status WA, yang bikin saya berpikir sangat tidak mencerminkan mahasiswa sebagai insan akademis. Wedew~ Lantas, apa yang bisa dilakukan sebagai mahasiswa Purwakarta […]

“Banyak anak banyak rezeki, dua anak lebih baik, atau hidup berdua saja sampai maut memisahkan.” Pilih mana hayo? Halo, semua! Akhir-akhir ini lagi rame banget pro-kontra soal childfree, ya. Terkhusus, persoalan ini menyorot influencer muda kondang Gita Savitri, yang dianggap paling aktif menggaungkan childfree oleh sebagian besar netizen. Fyi, childfree adalah konsep yang muncul di abad […]

TRIGGER WARNING! Tulisan ini bukan tutorial mempertebal iman. Seringkali pertanyaan-pertanyaan semacam: “Apa sih agama itu?” “Apa cuma perantara kita dan Tuhan?” “Agama dibikin untuk apa, sih? Untuk kepentingan Tuhan?” Pertanyaan-pertanyaan tersebut mengantarkan saya untuk duduk di majelis, forum diskusi, atau nonton YouTube bertema keagamaan dan spiritualitas. Tapi, itu semua tentu tidak cukup menjawab pertanyaan-pertanyaan saya. […]

Selama di Purwakarta, saya tidak pernah lihat komunitas literasi membuat program bersama untuk kemajuan bangsa dan negara.

Kalau ada orang bertanya, “Apa yang dimaksud band gak faedah, ngopi tanpa solusi, kumpul kebo, gegayaan diskusi yang malah jadi tempat bermabukan asmara yang jauh dari tujuan?” Itu cuma bisa dijawab sama Wira, ya orang dia yang nulis. Entahlah, saya aja pas baca beberapa kali micingin mata dan nanya “Oh emang iya ya se-sampah itu?” […]

Kalau ada orang bertanya, “Ke mana komunitas literasi di Purwakarta hari ini, ya?” Itu tidak dapat dijawab semudah, “Euweuh geus paraeh jigana!” Malahan, untuk dapat menjawabnya tentu saja perlu penyisiran secara serius. Aslina~ harus serius ini mah. Kalau tidak, akan menimbulkan pembacaan yang enggak-enggak seperti yang dilakukan Sebul itu. He3x. Gini loh, terkadang eksistensi di […]

There can be no society without poetry, but society can never be realized as poetry, it is never poetic. Sometimes the two terms seek to break apart. They cannot.”–Octavio Paz. Dalam tulisan “Babak Baru Sastra Purwakarta” Amar memetakan komunitas literasi sekaligus mendeklarasikan kelahiran Sebul. Ini menarik apalagi ia menjanjikan bakal jadi penanda babak baru perliterasian […]

Ammar dan Farid yang memang orang Purwakarta dan berkegiatan di Purwakarta saya rasa memiliki kapasitas lebih banyak untuk ngomongin tetek bengek literasi di Purwakarta itu sendiri. Tapi kalau dipikir-pikir lagi, saya yang orang Karawang dan malah lama di Bandung ini rasanya gak mengenal dengan baik kegiatan literasi di Karawang. Katakanlah, dalam tulisannya Ammar nyebut ada […]
