“Seandainya” dalam Hidup Ibu
“Tentu saja aku bakal menerimanya! Aku gak mau keinginanku berakhir di kotak cokelat berdebu seperti itu,” jawabku dengan nada sombong.
“Tentu saja aku bakal menerimanya! Aku gak mau keinginanku berakhir di kotak cokelat berdebu seperti itu,” jawabku dengan nada sombong.
Untuk Padma sendiri, kecuali memakai topeng dan berkeliaran di tengah malam, ia menjalankan semua pekerjaan vigilante seperti di film-film.
Mereka pun saling berteriak. Meski sebenarnya tak saling mendengar satu sama lain.
“Mohon maaf, Kang, bukannya yang namanya sumbangan itu seikhlasnya? Kalau dipatok seperti ini, namanya bukan sumbangan, tapi iuran.”
dengan jarinya terus saja mengucurkan cairan merah kental yang bercampur karat senar.
suara gemuruh panjang yang kali ini terdengar sangat mengerikan, persis seperti raungan naga yang murka karena tidurnya diusik.
Tiga Sisi Gelap Cikgu Tiger di Serial Upin-Ipin Dunia pendidikan di Kampung Durian Runtuh itu memang unik dan penuh warna. Kita bisa melihatnya dari Cikgu Melati yang penyabar, penuh senyum, dan selalu punya ide kreatif untuk membuat kelas menjadi hidup. Di sisi lain, ada Cikgu Besar yang supergalak, tipe kepala sekolah tegas yang jika sudah […]
Rasanya, ia mendekap Sintong, kawannya. Kawannya yang setia.
Guru itu keluar sebentar hanya untuk melihat embun masih berkeliaran, mengusap jendela yang hampir pecah. Beberapa tembok juga seperti dimakan tikus, namun setelah diintip, ada proyektil yang pecah.