Cerpen

Kenapa Tuhan Ciptakan Banyak Sekali Anjing?

Tangan gempal itu meremas dada Umi dengan kasar, sampai Umi mesti menggigit bibirnya, menahan sakit. Ini jelas jenis terapi yang berbeda. Karena remasan Hanip sangat pelan dan aku tidak perlu menahan sakit. Apalagi, tangan itu menjulur dari belakang, sedangkan Hanip melakukannya dari depan.

Perjamuan Hitam di Nordmarka

Setiap kali ia mencoba mengucapkan kata "keadilan", tenggorokannya seolah diperas oleh tangan-tangan tak terlihat. Ia memuntahkan debu hitam pekat yang segera menutupi pakaiannya yang mahal.

Lima Menitku Babak Belur

Minimarket ini lumayan ramai. Tak peduli siang, sore, atau malam, pengunjung berdatangan seperti tak ada habisnya. Suara AC dan decit sepatu memenuhi ruangan luas ini.

Di Antara Jenazah dan Makan Malam

Berita-berita itu menayangkan apa yang aku alami hari ini. Tentang kecelakaan, orang yang bunuh diri karena ternyata terjerat hutang dan tentang berita banyaknya bayi yang dibuang oleh para remaja.

Ketika Usai, Matilah!

Lagi dan lagi. Bukan wajahnya yang Nata lihat di pantulan cermin, tetapi cerita masa lalunya. Seketika, mimik wajahnya menekuk. Rasa geram menggerogotinya. Ketika bercermin, Nata seolah membuka cara pikirnya yang dulu, lukanya yang tak kunjung sembuh, dan mimpi-mimpinya yang terkubur tanpa sempat tumbuh. Di tengah pergulatan sunyi dengan pikirannya sendiri, dering gawai terdengar. Nama Daniel […]

More posts