cerpen

Menjelang Kepala Tiga

Sudah empat belas hari Elis menunggu kabar tulisan yang ia kirim ke salah satu surat kabar di Medan. Selama itu pula wajahnya muram. Hingga dini hari itu, kesabarannya sudah tiba di ujung yang paling tipis. “Ck.” ia mendecak pelan. Lalu mengumpat lirih, berulang-ulang, seperti berbicara kepada dirinya sendiri. “Eee ... Anjing! Babi!”  nama hewan itu […]

Hantu-Hantu juga Boleh Saja Rindu

Saya menghabiskan 50% gaji saya untuk rokok. Memang bukan hal bagus, tapi semenjak ada rokok, hidup saya dipenuhi jadwal memaknai. Hari ini saja saya sudah menghabiskan satu setengah bungkus Win Click. Dari empat puluh batang, kini rokok saya tinggal delapan batang. 

Mimpi Menyeramkan Belakangan

Ah! Nenek itu. Lucu sekali wajahnya, dan gayanya sangat jenaka. Sebetulnya aku selalu menyukai baju-bajunya yang vintage, dia juga sering ngomong sendiri. Maka ketika lewat, aku selalu menyapanya dan meskipun terdengar tidak sopan, aku suka masuk ke dalam obrolannya.