Alif Membicarakan Tuhan
Orang waras mana coba yang menenggak Kawa-Kawa sambil menyebut asma Tuhan?
Orang waras mana coba yang menenggak Kawa-Kawa sambil menyebut asma Tuhan?

Sebetulnya, warung Sumi bukan pilihan pertamaku. Sebelumnya, ada Indah. Dia satu-satunya warung ber-AC di deretan itu. Kalau kau bertanya kok bisa warung pinggir jalan ber-AC, karena Indah menjadikan warungnya sekaligus tempat tinggalnya.

“Ayah, Aki itu istrinya banyak, ya?” tanya Salma sambil terus mengenyot botol dot berisi susu bendera cokelat. Salma tidak bisa berhenti bicara, semua hal selalu ia tanyakan sepanjang hari pada orang-orang di sekitarnya. Sekarang sudah waktunya tidur, dan Salma masih sibuk bertanya-tanya pada Ayahnya. Ayahnya sudah bosan dan tangannya mulai pegal karena Salma menjadikannya bantal. […]

Saat pulang kerja, Arimbi melihat awan mendung bagai perut keledai. Angin berhembus kencang menggoyang nyiur, dan udara turun mengusir panas yang akrab dengan kota ini. Arimbi berjalan melewati gerbang dan bertegur sapa dengan seorang satpam berperut luncai. Hari ini Arimbi tak membawa kendaraan jadi terpaksa ia mesti menunggu bis di halte. Setiba di halte hujan […]

Seekor badak tidak mengetahui kalau dirinya adalah badak. Kalau badak itu diberi nama Handoko, ia tak akan tiba-tiba mengenalkan dirinya sebagai Handoko ke rekan-rekan sesama badak. Badak tidak butuh nama. Tidak perlu identitas. Bahkan bila ia, barangkali karena peristiwa mutasi genetik ala X-Men, punya kemampuan bicara bahasa manusia. Di Ragunan, aku kenal seekor badak yang […]

Keinginan untuk menyakiti diri itu hilang lagi ketika aku mengingat kutipan-kutipan yang menarik, dan jujur saja, mendamaikanku.

Lalaki curiga pamajikanana salingkuh, nepi ka nuturkeun nyumput-nyumput.


Di dalam, semua barang masih ada di tempatnya, kecuali satu hal—sosok yang seharusnya ada di sana.

Seorang lelaki misterius membantu Hana Mencari Kata Terakhir.
